Mashudi juga merupakan tokoh yang paling disegani di Jawa Barat, dan dalam kehidupan kesehariannya Mashudi dikenal dekat dan tidak canggung dengan anak-anak muda.
Keakrabannya dengan anak-anak dan pemuda yang menjadikan Mashudi begitu mencintai Pramuka.
Awalnya, Mashudi lebih dulu dipercaya menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat. Setelah itu, Mashudi diangkat menjadi Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka tingkat nasional.
Mashudi kemudian menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka selama lima periode pada 1978-1993. Almarhum mendapatkan posisi sebagai Ketua Kwarnas setelah melepas jabatan sebagai Ketua MPRS pada 1967-1972.
Dalam catatan buku 40 Tahun Gerakan Pramuka, Mashudi pernah berucap, Pramuka Indonesia dahulu yaitu Pandu Indonesia selalu mendahulukan para pahlawan Indonesia, seperti jiwa dan figur Pangeran Diponegoro ditanamkan dalam pandu-pandu Indonesia.