Kisah Siswa Aceh Penjual Ikan Keliling Jadi Paskibraka

Salman Mardira, Jurnalis
Selasa 28 Juli 2015 10:48 WIB
Ricky (kiri) dan Nabila Tasya Aprila (kanan), dua pelajar Paskibraka yang mewakili Aceh di Istana (foto: Salman Madira-Okezone)
Share :

BANDA ACEH - Mimpi Ricky Satria Pratama (16) menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional kini terwujud. Siswa SMAN 1 Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, yang sehari-hari berjualan ikan demi menopang biaya hidup ini terpilih sebagai pengibar sang saka merah putih dari Aceh pada HUT Ke-70 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 17 Agustus 2015.

Remaja asal Padang Parom, Kecamatan Seunagan, ini berhasil menyisihkan puluhan siswa lain dari seluruh Aceh yang diseleksi sebagai Paskibraka Nasional. Dia akan terbang ke Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (28/7/2015) pagi.

Ricky bangga karena cita-citanya menjadi anggota pengibar bendera pusaka yang tampil di depan Presiden Republik Indonesia, tokoh bangsa, dan tamu negara lainnya kian nyata. "Dari SMP, saya memang sudah niat kalau sudah SMA nanti mau jadi Paskibraka," tuturnya menjelang berangkat ke Jakarta.

Ricky memang sosok siswa pekerja keras. Meski ayahnya Sertu Amilin, anggota Kodim Nagan Raya bergaji, Ricky memilih hidup mandiri. Selama ini dia tinggal bersama neneknya Rajumah di Gampong Padang Parom.

Rajumah yang hanya penjual sayur di Pasar Seunagan, tak punya penghasilan tetap untuk membiaya cucunya. Untuk mencukupi biaya hidup, Ricky memilih berjualan ikan secara keliling di sela waktu sekolah.

Aktivitas berjualan ikan sudah dilakoni sejak kelas II SMP. Semua berawal dari himpitan ekonomi, tak ada uang jajan saat sekolah. "Saya pernah enggak ada uang. Duduk saja di kelas, enggak keluar buat jajan," ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya