YOGYAKARTA – Banyak cara dilakukan sekolah maupun siswa untuk merayakan kelulusan, seperti melakukan doa bersama maupun foto bersama untuk kenangan. Namun, yang dilakukan pelajar SMA De Britto Yogyakarta cukup simpel, yakni menerbangkan puluhan balon ke angkasa.
Penerbangan balon berwarna-warni itu memiliki nilai arti filosofis, yakni untuk meraih cita-cita setinggi langit. Mereka sengaja melepas balon yang disaksikan pihak sekolah karena berada di perempatan Tugu Yogyakarta. Berangkat jalan kaki menuju Tugu dari sekolah di Jalan Jendral Soedirman, sisi timur Tugu, mendapat pengawalan dari pihak kepolisian setempat.
“Satu sisi, kita sedih karena akan berpisah dengan rekan-rekan dan guru. Tapi sisi lain, kita cukup senang karena ini merupakan perjalan kita meneruskan pendidikan tinggi,” kata Aji Pratama Sanjaya, perwakilan siswa kepada Okezone, Jum’at (15/5/2015).
Pria berbadan tambun dengan rambut gondrong itu mengaku akan meneruskan study di Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Saat ditanya berapa orang yang dinyatakan lulus, sontak rekan-rekannya yang berada di belakangnya menjawab dengan nada gembira. “100% lulus semua,” ujar siswa lain.
Mereka juga sudah diberi ‘pengarahan’ dari pihak sekolah agar tidak meluapkan kegembiraan dengan berlebihan atau dengan melakukan hal-hal yang dianggap melanggar tatanan, seperti melakukan corat-coret di dinding bangunan ataupun baju seragam meski bakal tidak terpakai lagi. Begitu juga dilarang untuk melakukan tawuran karena bisa merusak citra Yogyakarta yang dikenal berbudaya.
Romo Pamong (Wakil Kepala Sekolah) Yohanes Nugroho menyampaikan ada 246 siswa siswinya yang dinyatakan lulus. Sebanyak 126 pelajar dari jurusan IPA, 98 dari Jurusan IPS, dan sisanya ada delapan siswa dari Jurusan Bahasa.
“Ini sudah menjadi tradisi kita. Tugu ini menjadi simbol kita bersama, pelepasan balon ini sebagai harapan ‘De Britto’ bisa terbang tinggi,” ujarnya.
Pantauan di lokasi mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya di tengah terik panasnya matahari. Mereka juga menyanyikan lagu mars ‘de britto’ dengan bersama-sama. Tanpa orasi, mereka melakukan sesi foto bersama dengan beragam gaya.
Usai melakukan foto bersama, mereka menerbangkan balon yang diberi kertas bertuliskan ‘Terbanglah Bebas tapi Ingat Kau Pernah Hidup di Sangkar yang Sama De Britto’. Dalam kertas warna putih itu juga terdapat gambar seekor burung berikut sangkar sebagai tanda kelulusan. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)