MALANG - Seluruh jajaran civitas akademika Universitas Widyagama, Malang, mulai rektor, dosen, mahasiswa berbagai jurusan, dan karyawan, menggelar "sedekah oksigen". Mereka menanam pohon bakau di kawasan ekowisata pantai Kondang Merak, di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Usai menanam pohon bakau, mereka melakukan operasi semut dengan memungut sampah di kawasan pantai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menanam terumbu karang di pantai Kondang Merak.
Menurut Rektor Universitas Widyagama, Iwan Nugroho, pihaknya sengaja mengajak keluarga besar kampus untuk berkegiatan yang bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan juga manusia. Salah satunya yakni dengan menggelar sedekah oksigen yang dilakukan dalam bentuk menanam pohon bakau atau mangrove yang manfaatnya sangat penting bagi kehidupan.
"Mangrove banyak jenisnya, dan bisa menahan ombak serta angin dari laut, sekaligus penyaring limbah atau air yang masuk ke laut," kata Iwan, Kamis (2/4/2015).
Salah satu koordinator acara, Purnawan D Negara, kawasan ekowisata Kondang Merak memang berada di dalam kawasan hutan lindung yang dikelola Perhutani. Karenanya, hutan lindung ini harus tetap dijaga dan dirawat untuk menjaga keseimbangan alam.
"Aksi kami sesuai tema kegiatan yang bernada peringatan yaitu, 'Tebanglah Hutan, Bencana Pun Datang karena Langit akan Runtuh Tanpa Penyangga," kata Purnawan.
Purnawan mengimbuhkan, kondisi terumbu karang di kawasan Kondang merak saat ini sudah banyak yang rusak. Ini bisa mengakibatkan populasi ikan merosot sehingga merugikan para nelayan.
Kampus Widyagama juga mengajak berbagai pihak untuk turut menjaga kawasan ini agar bisa terus lestari dan diwariskan kepada anak cucu. Selain turun tangan dalam menjaga kelestarian alam, civitas akademika Widyagama juga menyumbangkan buku-buku pengembangan ecowisata di perpustakaan kampung nelayan yang dikelola komunitas Sahabat Alam (Salam).
(Rifa Nadia Nurfuadah)