Sebagian besar insiden mencontek pada tahun ini telah dilaporkan dari Kabupaten Saharsa, Distrik Chhapra, Vaishali, dan Hajipur. Media lokal memuat foto-foto aksi curang yang didukung orangtua dan temannya. Agar anaknya bisa lulus ujian, mereka bahkan melakukan tindakan nekat yang berisiko kematian.
Jurnalis foto Dipankar yang mengambil gambar-gambar di Distrik Saharsa mengatakan bahwa ketika memasuki ruang ujian dan mulai mengambil gambar, para siswa tampaknya tidak khawatir sama sekali.
"Dalam razia di salah satu sekolah pada Rabu lalu, pemerintah menyita lembaran kertas yang berisi jawaban ujian hingga sembilan karung," ujar Dipankar, seperti diberitakan BBC, Senin (23/3/2015).
Hampir 20 orangtua ditangkap karena coba membantu anak-anaknya, tapi mereka langsung dilepaskan setelah diberi peringatan. Di beberapa sekolah, seperti di Saran di Distrik Chhapra, orangtua juga bentrok dengan polisi.
Mereka yang diketahui melakukan kecurangan dalam ujian dikenakan sanksi, yaitu dilarang mengikuti ujian selama tiga tahun. Mereka juga dapat dipenjara atau membayar denda, tapi hukuman dalam kasus tersebut jarang diterapkan di Bihar.