Reyhan juga menambahkan enaknya menjadi mahasiswa kupu-kupu yakni ketika masa liburan tiba karena tidak dipusingkan dengan urusan organisasi. Sebagai mahasiswa kupu-kupu, Reyhan juga merasa lebih leluasa mengatur waktu untuk kuliah.
"Tetapi, jadi mahasiswa kupu-kupu membuat saya kurang pengalaman, sih. Enggak dikenal dan mengenal orang-orang sekitar. Jadi merasa tidak tahu apa-apa," tambahnya.
Meski demikian, Reyhan berusaha tetap mengikuti perkembangan di kampus dengan aktif menjadi panitia dalam berbagai kegiatan. Alasannya, kegiatan tersebut tidak memakan banyak waktu seperti berorganisasi.
Hal yang sama dilakukan Talitha Anet. Mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI juga memilih menjadi mahasiswa kupu-kupu. Namun, dia aktif berorganisasi di luar kampus.
"Engga ada waktu yang pas di kampus, akhirnya ikut organisasi di luar karena waktunya pas, yaitu akhir pekan," ungkap mahasiswi semester sembilan ini.
(Rifa Nadia Nurfuadah)