JAKARTA - Menanam sayur-sayuran dan buah-buahan tidak selamanya menggunakan tanah. Ternyata, bahan makanan tersebut juga bisa ditanam menggunakan air.
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) peserta kuliah kerja nyata (KKN) di Dusun Segunung, Desa Banjarejo, Kendal, pun mengajari warga menanam dengan sistem hidroponik tersebut. Mereka juga membuat rumah kaca mini.
Salah satu mahasiswa KKN, Arifah mengatakan, bercocok tanam tanpa tanah tidak membuat penanam bersusah payah mencangkul. Sistem hidroponik ini juga membuat kegiatan menanam menjadi sangat unik dan menarik.
"Hidroponik ini metode bercocok tanam menggunakan air nutrisi (AB Mix). Sebagai media tanam bisa dari pipa peralon atau talang air, botol plastik bekas air meneral, dan kaleng cat yang diisi rockwool dan sekam bakar,” ujar Arifah, seperti dilansir dari laman Unnes, Selasa (30/12/2014).
Sementara itu, koordinator mahasiswa desa KKN, Syam mengungkapkan, sayuran yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini di antaranya selada, pakchoy, caisim dan kangkung. Ke depan akan dikembangkan juga tanaman cabe, tomat dan melon.
"Program pos pemberdayaan keluarga (posdaya) ini diberi nama ‘pelangi’, yaitu peduli lingkungan asri," ucap Syam.
Syam menambahkan, warga baru tahu jika sayuran dan buah bisa ditanam menggunakan air. Antusiasme masyarakat sekitar pun luar biasa. (fsl)
(Rifa Nadia Nurfuadah)