KARANGANYAR - Petugas Satlantas Polres Karanganyar, Jawa Tengah, mendadak “beralih profesi” menjadi guru-guru di sejumlah sekolah dasar (SD). Mereka mengajarkan tentang keselamatan berkendara dengan menampilkan video kasus kecelakaan sebagai alat peraga.
Sambil mengenakan seragam coklat dan rompi khas petugas lalu lintas, “guru-guru” baru tersebut mendatangi SD Negeri 1 Karanganyar. Mereka memasuki ruang kelas VI hingga mengagetkan sejumlah siswa.
Namun, ketegangan itu segera mereda setelah pria berambut cepat dan berbadan tegap itu memperkenalkan diri dan bukan untuk menangkap pelaku kejahatan. Para siswa pun mulai berani tertawa dan antusias mendengarkan penjelasan guru baru itu.
Polantas tersebut datang ke sekolah untuk mengajarkan tentang tata cara keselamatan berkendara atau safety riding di jalan raya. Para polisi mengajarkan tentang bahaya anak-anak mengendarai kendaraan bermotor tanpa pengawasan. Anak-anak pun ditunjukkan contoh kecelakaan lalu lintas akibat ketidakpatuhan pengendara.
Salah satu siswa, Faruk Adha Indrajati, mengatakan, pelajaran itu sangat berguna. Dia mengaku sudah bisa mengendarai sepeda motor dan selalu mematuhi aturan lalu lintas. “Sudah bisa naik motor, tapi belum berani jauh-jauh.selalu pakai helm,” ujar Faruk, Kamis (12/9/2013).
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mengatakan, sosialisasi tentang safety riding itu berbeda dengan daerah lain. Alih-alih menggelar razia pada anak sekolah, Polantas mencoba membentuk anak menjadi kader tertib berlalu lintas sejak dini.
“Kami mengharapkan anak-anak ini yang justru mengingatkan orangtuanya, seperti misalnya menggunakan helm. Jadi anak-anak inilah yang mengingatkan untuk melengkapi kelengkapan berkendar,” kata Suwarsi.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur, akhir-akhir ini marak terjadi. Kebanyakan kecelakaan itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah. Kasus terakhir yang menyedot perhatian masyarakat adalah kecelakaan yang melibatkan anak bungsu musisi Ahmad Dhani, AQJ (13). Dalam kecelakan tersebut enam orang tewas dan sembilan orang luka.