“Penguasaan ilmu kebun dan teknologi pertanian saja tidak cukup. Di dunia kerja dan industri perkebunan, kalian akan berhadapan dengan tantangan lapangan yang dinamis, cuaca yang menantang, serta tuntutan kedisiplinan dan kepemimpinan yang tinggi,” ujar Eddy.
Menurut dia, pembinaan tersebut bukan dimaksudkan untuk membebani mahasiswa, melainkan membangun karakter pantang menyerah, etos kerja, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, pelaksanaan pembinaan dilakukan bersama Yonbekang 1/Tribhakti Yudha/1 Kostrad. Para mahasiswa mengikuti sejumlah kegiatan yang diarahkan untuk membangun ketangguhan fisik dan mental sebagai bekal menghadapi lingkungan kerja perkebunan.
Program pembinaan penerima Beasiswa SDM Perkebunan 2026 juga telah dilaksanakan di sejumlah wilayah lain, meliputi Aceh, Riau, Padang, Jambi, Yogyakarta, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar.
Eddy menegaskan, beasiswa yang diterima mahasiswa merupakan kesempatan sekaligus amanah yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah mereka menyelesaikan pendidikan.