JAKARTA – Mengenalkan wayang kepada anak-anak di tengah derasnya budaya populer membutuhkan cara yang lebih kreatif. Perpaduan kesenian tradisional dengan karakter yang sudah akrab di kalangan anak dan generasi muda menjadi salah satu pendekatan yang dapat membuat warisan budaya terasa lebih dekat.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi wayang dan Pokémon dalam sebuah proyek edukasi budaya yang diperkenalkan di Jakarta. Kolaborasi ini memadukan unsur pertunjukan wayang dengan karakter serta musik dari seri Pokémon untuk menghadirkan pengalaman mengenal budaya yang lebih menarik bagi anak-anak.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pertemuan antara wayang dan budaya populer dapat menjadi bentuk akulturasi sekaligus membuka ruang baru untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.
"Kolaborasi antara budaya Indonesia, khususnya wayang, dengan Pokémon sebagai IP yang telah mendunia merupakan bentuk akulturasi budaya baru. Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pengenalan wayang kepada masyarakat dunia melalui sebuah IP yang memiliki jangkauan global," ujar Fadli.
Menurut Fadli, wayang merupakan bagian dari tradisi Nusantara yang berkembang selama ratusan tahun dan mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Kesenian tersebut memiliki beragam bentuk dan ekspresi yang berkembang di berbagai daerah.
"Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Wayang menjadi medium yang mudah diterima masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan moral, kemanusiaan, dan kebaikan," katanya.
Ia menilai pendekatan kreatif diperlukan agar warisan budaya tetap relevan dan dapat dikenalkan kepada generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan sektor ekonomi kreatif dapat berperan sebagai jembatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
"Kami ingin menggunakan ekonomi kreatif sebagai jembatan untuk melestarikan sekaligus membawa kebudayaan Indonesia ke dunia. Kolaborasi dengan Pokémon menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan wayang dan batik kepada generasi muda," ujar Irene.
Menurut Irene, pengenalan budaya kepada anak-anak tidak harus dilakukan melalui cara-cara konvensional. Penggunaan media dan karakter yang sudah dikenal generasi muda dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap budaya sendiri.
"Kami berharap melalui kehadiran Pikachu dalam kolaborasi ini, anak-anak muda Indonesia dapat kembali mengenal dan mencintai wayang. Pada saat yang sama, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa budaya Indonesia dapat hadir dalam bentuk yang relevan, kreatif, dan dekat dengan generasi masa kini," katanya.
Dalam kolaborasi tersebut, pertunjukan wayang menjadi medium untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak. Cerita yang dihadirkan menekankan nilai kerja sama dan saling mendukung ketika menghadapi berbagai tantangan.
Musik dari seri permainan Pokémon juga diaransemen ulang menggunakan gamelan. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan unsur budaya tradisional dengan bentuk hiburan yang lebih akrab bagi anak-anak.
Wayang sendiri merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Beragam bentuk wayang berkembang di Indonesia, salah satunya wayang kulit yang menggunakan boneka kulit dan dipentaskan dengan iringan musik gamelan.
Ketua Umum Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI) Marsda TNI (Purn) F.H. Bambang Soelistyo mengatakan pertemuan antara budaya tradisional dan budaya populer dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal wayang dengan cara yang lebih dekat.
"Ini adalah kolaborasi spesial di mana budaya Indonesia bertemu dengan Pokémon. Mari rasakan budaya kita lebih dekat dan kenali pesonanya bersama Poké Wayang," ujarnya.
Pertunjukan perdana kolaborasi tersebut dijadwalkan berlangsung dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 22 Oktober 2026. Setelah itu, pertunjukan direncanakan diperkenalkan ke sejumlah sekolah dasar di Indonesia sebagai salah satu sarana pengenalan budaya kepada anak-anak.
Melalui pendekatan tersebut, pengenalan wayang tidak hanya diarahkan pada aspek pertunjukan, tetapi juga pada pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kolaborasi budaya dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi berikutnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik