
Seiring berjalannya waktu, kehidupan yang terpisah menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Bayu harus beberapa kali melakukan perjalanan dari China ke Indonesia untuk bertemu ibunya.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, Stella dan suaminya akhirnya sepakat membawa Bayu menetap di Jakarta. Hal ini dilakukan agar keluarga dapat kembali hidup bersama.
Menariknya, Stella memilih menyekolahkan putranya di sekolah umum, bukan sekolah internasional. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya agar Bayu tumbuh dengan identitas sebagai orang Indonesia.
Di Beijing pun, Bayu ternyata tidak bersekolah di sekolah internasional. Dia mengenyam pendidikan di sekolah dasar negeri dengan bahasa pengantar sepenuhnya menggunakan bahasa Mandarin.
“Orangtua mana yang tidak khawatir tentang pendidikan anaknya? Kami pun demikian. 1 tahun 8 bulan saya hidup terpisah dari anak, Beijing-Jakarta, supaya dia mempunyai kestabilan dulu di sekolah,” tulis Stella di Instagram pribadinya.
“Tapi sudah terlalu lama dan sulit jauh dari anak, akhirnya kami memutuskan memindahkan Bayu ke SD kelas 4 di Jakarta. Tapi bukan sekolah internasional! Kenapa? Supaya Bayu sungguh-sungguh belajar menjadi orang Indonesia,” lanjutnya.
“Kami tidak tahu apakah pengorbanan—meninggalkan kehidupan stabil di Tsinghua University, sekolah yang sangat bagus di Beijing, waktu-waktu yang tidak bisa kami habiskan bersama dan takkan pernah kembali—adalah keputusan yang tepat,” jelas Stella.
“Apapun pengorbanan dan tantangannya, kita semua, disatukan oleh harapan bahwa pilihan kita membuat anak kita lebih baik dan bahagia dari kita di hari kelak. Untuk semua orangtua yang anaknya hari ini mulai sekolah: semangat!” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik