JAKARTA – Aktivitas sederhana seperti buang air kecil dan besar ternyata menjadi tantangan besar di luar angkasa. Tanpa gravitasi, sistem toilet di Bumi tidak bisa digunakan. Karena itu, para ilmuwan, termasuk dari NASA, terus mengembangkan teknologi khusus untuk mengatasi hal ini.
Bahkan, pernah ada sayembara berhadiah hingga USD30.000 untuk menciptakan sistem pembuangan limbah yang efektif di dalam pakaian antariksa. Solusi ini sangat penting, terutama dalam kondisi darurat ketika astronot harus mengenakan baju antariksa selama berhari-hari.
Ruang angkasa adalah lingkungan ekstrem. Tanpa gaya gravitasi, semua benda termasuk cairan dan kotoran bisa melayang bebas. Inilah yang membuat aktivitas buang air menjadi jauh lebih rumit dibandingkan di Bumi.
Di International Space Station (ISS), tersedia dua toilet khusus yang berada di modul Tranquility dan Zvezda. Kehadiran toilet ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan para awak, demikian dilansir dari laman Herox.
Toilet di ISS tidak menggunakan air seperti di Bumi, melainkan sistem vakum atau daya hisap.
Beberapa hal yang perlu dilakukan astronot:
Selain itu, astronot juga harus menjalani pelatihan khusus sebelum berangkat agar terbiasa menggunakan fasilitas ini.
Limbah di luar angkasa diproses secara terpisah:
1. Urine (air seni):
Dikumpulkan melalui selang khusus, lalu disaring dan dimurnikan hingga bisa digunakan kembali sebagai air minum. Teknologi ini membuat pasokan air di ISS tetap efisien.
2. Limbah padat:
Dikeringkan, dipadatkan, lalu disimpan. Nantinya, limbah ini akan dimasukkan ke kapsul yang dibakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Ketika astronot melakukan aktivitas di luar stasiun (spacewalk), mereka tidak bisa menggunakan toilet. Solusinya adalah memakai pakaian khusus yang dilengkapi dengan sistem penyerapan, mirip popok berteknologi tinggi.
Metode ini cukup efektif untuk penggunaan jangka pendek, seperti saat peluncuran atau berjalan di luar angkasa. Namun, untuk misi jangka panjang, solusi ini masih dianggap kurang ideal.
Karena keterbatasan tersebut, NASA mengadakan tantangan inovasi untuk menciptakan sistem pembuangan limbah yang lebih canggih di dalam baju antariksa. Tujuannya agar astronot tetap nyaman dan aman, bahkan jika harus mengenakan pakaian tersebut hingga beberapa hari.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik