Gagasan penggunaan bahasa Indonesia ini sebenarnya telah dirintis sejak kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 2024, sebagai bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Takhta Suci.
Paolo Ruffini mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia saat menyambut kunjungan Paus menjadi salah satu alasan kuat terealisasinya kerja sama ini. Ia berharap kehadiran bahasa Indonesia tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman kehidupan Gereja secara lebih dekat dan nyata.
Dengan hadirnya bahasa Indonesia sebagai bahasa ke-57 di Vatican News, diharapkan komunikasi antara Vatikan dan umat Katolik di Indonesia semakin inklusif serta memperkuat hubungan kedua pihak di tingkat global.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik