JAKARTA – Surat terakhir bocah kelas 4 SD yang gantung diri di pohon cengkih di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi viral. Bocah tersebut diduga tak mampu membeli buku dan pena.
Dalam surat yang ditulis tangan menggunakan bahasa daerah Ngada, korban menyampaikan pesan perpisahan kepada sang ibu yang ia panggil Mama Reti. Surat tersebut beredar luas dan viral di media sosial.
Tulisan tangan itu diawali dengan kalimat “Kertas Tii Mama Reti” yang berarti surat untuk Mama Reti, lalu dilanjutkan dengan pesan “Mama Galo Zee” atau Mama, saya pergi dulu.
Korban juga menuliskan permintaan agar ibunya merelakan kepergiannya serta tidak menangis, yang tertuang dalam kalimat “Mama molo Ja’o” dan “Galo mata Mae Rita ee Mama.”
Dalam bagian lain surat tersebut, korban meminta sang ibu agar tidak mencari atau merindukannya, sebelum menutup pesan dengan kalimat perpisahan “Molo Mama” yang berarti selamat tinggal, Mama.
Di akhir surat, korban menggambar sosok anak dengan simbol wajah menangis, yang semakin menguatkan kesan emosional dari isi surat tersebut.
Berikut isi lengkap surat siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT, demikian dikutip dari hezzofabregas, Rabu (4/2/2026).
Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama, saya pergi dulu)
Mama molo Ja’o (Mama, relakan saya pergi)
Galo mata Mae Rita ee Mama (Jangan menangis, Mama)
Mama ja’o Galo Mata (Mama, saya pergi)
Mae woe Rita ne’e gae ngao ee (Tidak perlu Mama menangis, mencari, atau merindukan saya)
Molo Mama (Selamat tinggal, Mama)
Surat tersebut diakhiri dengan gambar anak yang menangis.
(Rani Hardjanti)