Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Greenland Jadi Bagian Denmark Padahal Terletak di Wilayah Utara AS?

Dian AF , Jurnalis-Kamis, 22 Januari 2026 |15:56 WIB
Kenapa Greenland Jadi Bagian Denmark Padahal Terletak di Wilayah Utara AS?
Kenapa Greenland Jadi Bagian Denmark Padahal Terletak di Wilayah Utara AS? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Greenland, dengan luas yang hampir sama besar dengan seluruh Eropa, sering kali menjadi topik pembicaraan terkait posisinya yang jauh dari Denmark, namun tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Apalagi topik ini menjadi pembahasan panas antara Greenland dengan Amerika Serikat. Keinginan Donald Trump yang ingin mencaplok wilayah Greenland karena alasan keamanan nasional ini memicu ketegangan geopolitik global. Tentunya hal tersebut mendapat kecaman dari Denmark yang juga sekutu NATO.

Sejarah Awal Penaklukan Greenland oleh Denmark

Hubungan Denmark dengan Greenland dimulai pada abad ke-18 ketika misionaris Hans Egede tiba pada 1721 untuk menyebarkan agama Kristen di antara penduduk Inuit. Koloni pertama didirikan di Godthåb, kini dikenal sebagai Nuuk, menandai awal kolonisasi resmi Denmark pada abad ke-19. Kedaulatan Denmark atas wilayah ini diakui secara internasional pada 1921, termasuk oleh Amerika Serikat setelah penjualan Kepulauan Virgin pada 1917.

Meskipun Greenland terletak lebih dari 3.000 kilometer dari Denmark, status politiknya masih berada di bawah yurisdiksi kerajaan tersebut. Pada tahun 1953, Greenland secara resmi menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, dan pada 1979, memperoleh status otonom yang lebih besar dengan pembentukan pemerintah daerah. Namun, meskipun memiliki otonomi, kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap menjadi urusan Denmark.

Peran Strategis Greenland dalam Politik Global

Greenland memiliki peran strategis dalam politik global, terutama dalam konteks Perang Dingin dan geopolitik Amerika Utara. Salah satu alasan penting mengapa Denmark mempertahankan kontrol atas Greenland adalah posisi pulau tersebut yang sangat strategis di Arktik. 

Pada masa Perang Dingin, Amerika Serikat membangun pangkalan militer di Greenland sebagai bagian dari sistem pertahanan NATO, khususnya di Thule Air Base. Keberadaan pangkalan ini menjadikan Greenland sebagai aset penting bagi negara-negara besar, meskipun secara geografis lebih dekat dengan Amerika Serikat.

Alasan Greenland Tidak Menjadi Bagian dari Amerika Serikat

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Amerika Serikat tidak menguasai Greenland, mengingat kedekatannya dengan wilayah AS. Pada tahun 1946, Presiden AS Harry S. Truman bahkan menawarkan untuk membeli Greenland dari Denmark seharga $100 juta, namun tawaran ini ditolak oleh pemerintah Denmark. Alasan penolakan ini berkaitan dengan kedekatan Greenland dengan budaya dan sejarah Denmark, serta komitmen Denmark terhadap kedaulatan pulau tersebut.

Posisi strategis Greenland di Arktik membuatnya rentan terhadap perebutan pengaruh, tetapi pengakuan AS justru memperkuat klaim Denmark. Jarak jauh ini tidak menghalangi hubungan administratif, di mana Greenland memiliki dua perwakilan di Parlemen Denmark atau Folketing.

Secara politik, hubungan Greenland dengan Denmark tetap stabil, meskipun ada berbagai diskusi mengenai masa depan Greenland. Ketegangan dengan negara besar seperti Amerika Serikat dan Kanada mengenai sumber daya alam Arktik juga semakin meningkat. Dengan kekayaan alam yang melimpah, terutama mineral dan potensi energi, Greenland menjadi semakin penting di panggung internasional.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement