Paruh dan cakarnya sangat tajam karena digunakan untuk berburu. Hal ini berpotensi melukai pemilik atau hewan peliharaan lain, bahkan saat burung hantu hanya bertengger.
Burung hantu aktif di malam hari dan mengeluarkan suara nyaring yang dapat mengganggu ketenangan lingkungan sekitar, termasuk tetangga.
Burung hantu membutuhkan daging segar setiap hari, sering kali berupa hewan utuh seperti tikus atau marmut. Selain itu, sisa makanannya berantakan dan memerlukan ruang yang luas untuk hidup sehat.
Naluri alaminya membuat burung hantu sering mencakar atau mematuk benda di sekitarnya, seperti bantal, selimut, hingga furnitur.
Di banyak negara, burung hantu termasuk satwa liar yang dilindungi dan dilarang dipelihara tanpa izin khusus dari pemerintah, yang umumnya hanya diberikan untuk tujuan edukasi atau rehabilitasi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)