Pada awal tahun 1962, AT Mahmud mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di University of Sydney, Australia, melalui program Colombo Plan. Di sana, ia mengikuti program sertifikat dalam The Teaching Of English As A Foreign Language selama satu tahun. Pada Januari 1963, ia mendaftar di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jakarta untuk menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana. Di tahun yang sama, ia dipindahtugaskan ke Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak (SGTK) di Jalan Halimun, Jakarta Selatan.
Di SGTK, Mahmud merasa menemukan lingkungan yang tepat untuk mengasah bakat musiknya, khususnya dalam menciptakan lagu anak-anak. Akibatnya, ia memutuskan untuk meninggalkan studi bahasa Inggris dan lebih fokus pada dunia musik.
Inspirasi lagu "Pelangi" muncul saat ia mengantar putrinya, Rika, yang masih berusia lima tahun, ke TK. Dalam perjalanan, Rika berteriak sambil menunjuk ke langit, "Pelangi!" Hal ini memicu Mahmud untuk menyusun lirik yang sesuai dengan pemikiran anak-anak. Sesampainya dirumah, ia mengiringi lirik tersebut dengan permainan gitar, dan terciptalah lagu tersebut.
Sementara itu, lagu "Ambilkan Bulan" lahir ketika anaknya, Roike, sedang bermain di beranda rumah. Saat melihat bulan, Roike menggandeng tangan ayahnya dan berkata, "Pa, ambilkan bulan." Permintaan tersebut membuat AT Mahmud merasa bingung.
Awalnya, kejadian itu tampak sepele, tetapi permintaan anaknya terus terbayang di pikirannya. Ia mulai merenungkan makna di balik permintaan tersebut. Dengan berusaha memahami dunia dan cara berpikir anak, AT Mahmud menuliskan permohonan itu dalam bentuk lagu. Ia mengubah lirik dari "ambilkan bulan pa" menjadi "ambilkan bulan bu" untuk memberikan kesan yang lebih lembut.
Sepanjang hidupnya, AT Mahmud telah menerima banyak penghargaan atas kontribusinya untuk anak-anak Indonesia. Beberapa penghargaan yang diraihnya antara lain:
• Piagam Hadiah Seni yang diberikan atas keputusan Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 11 Oktober 1999.
• Anugerah Pendidikan Seni dari Rektor Universitas Negeri Jakarta pada 27 Juni 2003, bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Negeri Jakarta yang ke-39.
• Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma yang diberikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 14 Agustus 2003.
• Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2018 untuk kategori Pencipta Lagu Anak Legendaris (Penghargaan Khusus) dari Komisi Penyiaran Indonesia pada 30 Juli 2018.
AT Mahmud menghembuskan napas terakhirnya pada 6 Juli 2010 di Jakarta, pada usia 80 tahun. Dengan berbagai penghargaan yang diraihnya, AT Mahmud meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi dunia musik anak Indonesia, yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi-generasi mendatang.
(Taufik Fajar)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik