JAKARTA – Seluruh rumah sakit di China sibuk menangani pasien pneumonia. Tak hanya rumah sakit umum, rumah sakit pendidikan seperti Peking University Hospital juga menghadapi lonjakan pasien. Para dokter dan ahli kewalahan.
Seorang dokter memperkirakan di rumah sakit tempat ia bekerja, sebanyak dua hingga tiga kali lipat pasien harian terus mengalami peningkatan daripada masa pandemi Covid-19. Satu dokter harus menghadapi ratusan pasien.
BACA JUGA:
“Satu dokter harus menangani sebanyak 180 pasien selama satu shift malam. Karena begitu banyak pasien yang datang di malam hari dan saat tengah malam,” kata Han Tongan, selaku Dokter unit Pediatrik Rumah Sakit Peking University, dikutip dari laman Newsweek, Senin (4/12/2023).
Menurutnya sejak pertengah Oktober, wabah penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu sebagian besar menyerang kepada sekelompok anak-anak. Sehingga membuat kapasitas di rumah sakit itu kini dipenuhi oleh anak-anak yang terserang penyakit tersebut.
BACA JUGA:
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan menurut data yang didapat oleh China, mereka mengindikasi penyakit itu sebagian besar karena disebabkan oleh influenza, pneumonia mikoplasma, infeksi rhinovirus, virus syncytial pernapasan, dan adenovirus.
“Dibandingkan dengan tingkat yang terlihat pada tahun 2017 dan 2018 sebelum pandemi Covid-19 melanda, jumlah harian telah berlipat ganda, bahkan tiga kali lipat,” ucap Han.
Untuk itu per 18 November lalu, di Rumah Sakit Anak Tianjin melaporkan satu harinya sebanyak 13.171 pasien muda di seluruh unit rawat jalan dan gawat darurat membutuhkan penanganan. Hal ini juga yang membuat mereka perlu merekrut staf dan mendistribusikan sumber daya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC) menyarankan bahwa anak-anak dengan gejala ringan harus tinggal di rumah, untuk menekankan peningkatan risiko infeksi silang di rumah sakit yang ramai dengan waktu tunggu yang lama. Selain itu, dengan masyarakat yang melakukan vaksinasi untuk penyakit yang relevan, serta ditambah menggunakan masker, dan tindakan pencegahan lainnya, maka dapat membantu meringankan timbulnya gejala pernapasan.
(Marieska Harya Virdhani)