Suku Hongana Manyawa mengakar seluruh hidup mereka di hutan, dari lahir hingga mati. Ketika seorang anak lahir, keluarga tersebut menanam pohon sebagai rasa syukur, dan mengubur tali pusar di bawahnya: pohon itu tumbuh bersama anak tersebut, menandai usia mereka. Di akhir hayatnya, jenazah mereka ditempatkan di pepohonan di kawasan hutan khusus yang diperuntukkan bagi para makhluk halus.
BACA JUGA:
Kedatangan perusahaan pertambangan hanyalah ancaman terbaru terhadap Hongana Manyawa dan tanah mereka. Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah Indonesia telah berulang kali mencoba memaksakan kontak dengan suku Hongana Manyawa, dengan tujuan menghentikan cara hidup nomaden mereka dan mengusir mereka dari hutan leluhur mereka. Mereka mengatakan hal ini untuk “membudayakan” mereka: mereka mencoba untuk menetap di Hongana Manyawa dan membangun rumah bergaya Indonesia untuk mereka. Suku Hongana Manyawa mengatakan rumah-rumah baru ini, dengan atap yang terbuat dari lembaran logam dan bukan daun palem, membuat mereka merasa “seperti binatang di dalam sangkar”
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik