JAKARTA - Ternyata lidah bisa mendiagnosa penyakit diabetes, lho! Penelitian terbaru menemukan kondisi lidah dapat menjadi suatu alat deteksi yang efektif untuk mendeteksi diabetes.
Dibantu dengan komputer, maka hasilnya menjadi lebih akurat dan terpercaya. Dilansir dari laman Diabetes.uk, Sabtu (4/11/2023) cara mendiagnosa lidah seperti itu rupanya sudah dipraktikkan oleh dukun-dukun China selama dua ribu tahun dan hingga saat ini. Mempelajari lidah sebagai tanda untuk mengenali penyakit ternyata telah dipraktikkan oleh dukun China selama 2.000 tahun dan sekarang, ilmuwan komputer bergabung menggunakan pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan.
BACA JUGA:
Peneliti asal Irak dan Australia telah membangun penelitian sebelumnya ke dalam sistem diagnostik lidah, dan memberikan lebih banyak bukti yang menunjukkan peningkatan akurasi dalam mendeteksi penyakit ini. Bahkan hal itu juga ditunjukkan oleh salah satu insinyur asal Middle Technical University (MTU) di Baghdad dan University of South Australia (UniSA), dengan melibatkan pengambilan gambar setidaknya pada 50 lidah pasien menggunakan kamera web USB, dan pasien tersebut memiliki diabetes tipe 2, gagal ginjal dan anemia.
BACA JUGA:
Gambar-gambar lidah mereka kemudian dibandingkan dengan database sembilan ribu gambar lidah. Mereka mengevaluasi bahwa kemajuan dalam diagnosis penyakit yang dibantu komputer menggunakan teknik pemrosesan gambar dan berdasarkan warna lidah.
“Ribuan tahun yang lalu, pengobatan Tiongkok memelopori praktik memeriksa lidah untuk mendeteksi penyakit,” kata Profesor Al-Naji.
Penyakit yang berbeda sering mengubah penampilan lidah orang. Misalnya, stroke akut mengubah lidah menjadi merah dan bengkok, diabetes mengubah lidah menjadi kuning dan kanker sehingga mengubah lidah menjadi ungu dan menyebabkan lapisan berminyak yang tebal. Sistem diagnostik lidah juga telah mendiagnosis radang usus buntu, diabetes, dan penyakit tiroid dengan benar dalam penelitian sebelumnya.
BACA JUGA:
“Kemungkinan untuk mendiagnosis dengan akurasi mencapai 80 persen atau lebih dari 10 penyakit yang menyebabkan perubahan warna lidah yang terlihat. Dalam penelitian kami, kami mencapai akurasi 94 persen dengan tiga penyakit, jadi potensinya ada untuk menyempurnakan penelitian ini lebih jauh lagi,” ucap Profesor Al-Naji.
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik