JAKARTA - Momentum Sumpah Pemuda mendorong anak muda milenial dan gen-z untuk meneladani perjuangan para pemuda di masa tahun 1928. Di kala itu, pemuda menggelorakan semangat cinta tanah air menuju kemerdekaan RI. Kini, meski sudah berbeda era, pemuda harus tetap berjuang menggelorakan semangat kekinian.
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini mengatakan bicara Sumpah Pemuda adalah bicara sejarah. Negara yang besar tidak akan melupakan sejarah dan proses panjang untuk mencapai kemerdekaan.
BACA JUGA:
“Sejarah pemuda Indonesia, meskipun konteksnya berbeda antara digital dan milenial, menjadi bangsa Indonesia itu tak tiba-tiba jadi, tapi proses panjang, perjuangan panjang, sehingga jadi bangsa Indonesia yang besar sekarang,” katanya dalam Chief Talk Okezone, dikutip Minggu (29/10/2023).
Dan Indonesia, kata dia, merupakan kelompok negara 20 terbesar di dunia. Menurutnya untuk menjadi negara besar, berbeda dengan negara kecil.
“Negara seperti ini, dulu Bung Karno dan kawan-kawan membangun dengan cita-cita gagasan besar, Tak hanya mewujudkan menjadi Indonesia, juga memengaruhi kemerdekaan Maroko, Mesir, dan lainnya,” ucapnya.
BACA JUGA:
Ketika itu semangat kemerdekaan Indonesia memengaruhi negara lain di dunia. Maka Prof Didik berpesan agar anak-anak muda harus belajar pada pemuda di masa lalu.
“Konteksnya beda, milenial, dunia digital, demokrasi, berhubungan dengan sejarah masa lalu. AS yang maju tak pernah melupakan sejarah masa lalu, mereka selalu ingat sejarah, sebagai bangsa imigran terkocar-kacir ke sana sini, berkumpul menjadi bangsa besar. Itu kan AS kan kocar-kacir, dulu kan orang yg kocar-kacir, ke mana-mana, dari Eropa dan lainnya, itu sejarah,” ucapnya.
Didik menegaskan milenial saat ini memang lebih kritis. Melawan untuk menjadi lebih kuat justru tidak masalah. Justru dia ingin Indonesia jangan menjadi bangsa yang lembek.
BACA JUGA:
“Melawan untuk menjadi lebih kuat gak apa-apa. Sekarang yang terbaik itu adalah berkarya menemukan inovasi kesejahteraan, dari diri masyarakat terwujud, jangan jadi bangsa yang lembek, kemajuan, kemiskinan hilang, stunting hilang, kurang gizi hilang itu semangatnya,” katanya.
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik