Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ganjar Pranowo Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Teaching Industry

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Minggu, 15 Oktober 2023 |20:42 WIB
Ganjar Pranowo Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Teaching Industry
Ganjar Pranowo tingkatkan kualitas pendidikan melalui teaching industry (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah melalui Teaching Industry. Dia meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan industri. Dari impian tersebut, ia menggagas program teaching industry.

Ganjar menginginkan agar materi pendidikan dan kebutuhan industri saling terkait agar nanti para pencari kerja dapat terserap dengan optimal. Ia menyebut jika pernah mengupayakan program tersebut pada tiga SMK di Jawa Tengah (Jateng).

“Pada saat saya jadi gubernur, saya buat SMK di Jateng, tiga sebagai uji coba, hanya menerima dari kelompok miskin. Ketat, kami bayar penuh, boarding school, sampai hari ini 100 persen lulusannya terserap,” ucap Ganjar dalam program Mata Najwa : 3 Bacapres Bicara Gagasan di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (19/9/2023) malam.

Sebelum mendekati masa purnanya sebagai Gubernur Jateng, tercatat ada tujuh sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Tengah mendapat dukungan nyata dari sembilan perusahaan anggota Konsorsium Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi RI. Faktanya, ada tujuh sekolah yang dibangun dan dilengkapi fasilitas pendukung berdasarkan keahlian dan keterampilan tenaga kerja.

Pria berambut putih itu menjelaskan jika partisipasi pemerintah dan dunia usaha dalam mendesain perencanaan bersama tersebut sudah tepat. Artinya kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi dan dipenuhi oleh sekolah vokasi atau SMK.

 BACA JUGA:

Menurut Ganjar, partisipasi pemerintah dan dunia usaha dalam merancang rencana umum tersebut sudah tepat. Artinya kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi dan dipenuhi oleh sekolah kejuruan atau SMK.

Ganjar menjelaskan, ada beberapa SMK di Jateng yang telah mencapai hasil kerja sama selama tahun 2021-2022. Di antaranya SMKN 2 Surakarta, SMKN 4 Surakarta, SMKN 5 Surakarta, SMKN 6 Surakarta, SMKN 8 Surakarta, SMK Mandala Bhakti Surakarta, SMKN 2 Sukoharjo, SMKN 3 Semarang, SMKN 2 Kendal dan SMK Tunas Harapan Pati.

Sedangkan sembilan perusahaan yang termasuk dalam konsorsium adalah Bakti Barito, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, PT Indofood, PT Sinarmas, PT Agung Sedayu Group, Wings, Garuda Food, Triputra Group, dan First Resources.

Melalui teaching factory, pihak industri akan mengkaji potensi bibit unggul yang disiapkan SMK. Ganjar menyebut jika pihak sekolah juga bisa melakukan improvisasi agar lebih banyak industri yang berminat menerima pekerja dari lulusan SMK. Suami dari Siti Atikoh ini berharap siswa SMK dapat menyeimbangkan keterampilan tersebut dengan soft skill, etika, dan karakter yang baik. Dengan demikian, industri yang menyerapnya akan puas dengan kualitas tenaga kerja SMK Indonesia.

 BACA JUGA:

Seperti yang diketahui, Ganjar Pranowo menggagas program SMKN Jateng. Program ini adalah sekolah berbasis boarding school yang tidak dipungut biaya alias gratis untuk masyarakat yang kurang mampu dari segi biaya. Para siswa bahkan mendapatkan sepatu, seragam, akses asrama dan makan secara gratis.

Sekolah ini juga mempunyai kemampuan untuk terhubung dan bekerjasama dengan banyak perusahaan atau industri untuk menerima lulusan dari sekolah kejuruan. Program ini menjadi rahim pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda berkualitas.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement