Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Kasus Bullying Antarpelajar di Indonesia yang Berujung Petaka

Adzira Febriyanti , Jurnalis-Sabtu, 30 September 2023 |21:14 WIB
4 Kasus Bullying Antarpelajar di Indonesia yang Berujung Petaka
Kasus bullying sepanjang September 2023 yang mencoreng dunia pendidikan (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah kasus kekerasan antarpelajar menjadi catatan buram dunia pendidikan. Tak sedikit korbannya yang berujung luka parah atau bahkan meninggal dunia.

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (30/9/2023), sedikitnya ada beberapa kasus pelajar bullying yang berujung celaka bahkan petaka. Sebagian korbannya sampai meninggal dunia dan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di mana saja?

Kasus Bullying di Indonesia

1. Jakarta

 

Seorang siswa SD Negeri di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan berinisial NAA meninggal dunia di tangan teman sekelasnya berinisial R pada 18 September 2015. Bocah berusia 8 tahun itu tewas akibat beberapa luka di bagian kepala dan dada setelah perkelahian terjadi dengan R. Pelaku diketahui memukul di bagian dada dan menendang bagian kepala sampai korban terjatuh.

Pukulan tersebut mengakibatkan luka di bagian kepala bagian belakang dan dada. Perkelahian itu terjadi berawal dari perundungan yang kerap dilakukan R pada NAA.

 BACA JUGA:

2. Cilacap

Kemudian, yang saat ini menjadi sorotan publik ialah kasus bullying yang terjadi di SMP 8 Cilacap, Jawa Tengah. Peristiwa perundungan tersebut viral di media sosial. Dalam video amatir berdurasi empat menit, nampak korban FF mendapatkan pukulan di badan dan tendangan hingga terkapar oleh MK sebagai pelaku. Pelaku terus melakukan aksinya dengan tega meski korban sudah meminta ampun.

3. Sulawesi Utara

Laporan BBC, iasus serupa juga terjadi di Sulawesi Utara. Seorang siswa MTs di Kotamobagu berinisial BT meninggal akibat dikeroyok oleh sembilan temannya. Korban disebut mengalami kekerasan fisik berupa dibanting dan ditendang berkali-kali di bagian perut. Akibat rasa sakit yang tak tertahankan, korban dilarikan ke rumah sakit. Tapi keesokannya korban meninggal.

 

4. Medan

Kasus selanjutnya di Medan, Sumatera Utara. Siswa SD kelas 1 di Kota Medan, Ibrahim Hamdi, meninggal usai menjadi korban perundungan lima kakak kelasnya. Kepada ibunya, anak tersebut mengadu telah dipukuli kakak kelasnya. Yusraini bercerita ia membawa anaknya ke rumah sakit karena tubuh anaknya kesakitan dan mengalami demam tinggi. Namun tak disangka nyawa anaknya tak terselamatkan.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement