Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Guru Dapat Mukjizat, Masih Hidup meski Divonis Umurnya Sisa 15%

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Senin, 11 September 2023 |13:00 WIB
Kisah Guru Dapat Mukjizat, Masih Hidup meski Divonis Umurnya Sisa 15%
Guru ini dapat mukjizat meski divonis umurnya tak lama lagi (Foto: Fox 26)
A
A
A

Biomarker memberikan informasi penting kepada dokter, sehingga mereka dapat memberikan perawatan individual yang paling efektif untuk setiap pasien.

"Biomarker telah dilakukan untuk saya sejak awal, jadi saya sangat diberkati. Saya tahu apa mutasi saya. Kami tahu kemoterapi apa yang akan berhasil untuk saya. Sayangnya, saya punya teman dekat, dan dia tidak menjalani tes biomarker. Rumah sakitnya tidak memaksakan hal itu. Perusahaan asuransinya tidak akan membiayainya. Jadi dia menjalani perawatan selama enam bulan yang tidak pernah berhasil untuknya," kata Michelle.

 BACA JUGA:

Apa itu tes biomarker?

Dia akhirnya kehilangan teman tercintanya karena kanker, tetapi dia yakin dia mungkin masih hidup hari ini jika dia memiliki kesempatan untuk menjalani tes biomarker. Ini bisa berupa tes darah sederhana atau potongan tumor. Michelle membantu "Cancer Action Network" dari American Cancer Society untuk meningkatkan kesadaran para legislator Texas akan pentingnya menyediakan tes bagi setiap pasien kanker.

“Saya terus bekerja sama dengan mereka karena American Cancer Society memantau negara bagian demi negara bagian dan berusaha memastikan bahwa perusahaan asuransi melihat bahwa hal ini sangat, sangat membantu pasien,” kata Michelle.

(Marieska Harya Virdhani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement