Namun, Garuda Indonesia mulai bangkit melalui restrukturisasi utang, yaitu 50 persen penurunan nilai utang dari US$ 10,1 miliar menjadi US$ 5,1 miliar. Total revenue meningkat pasca selesainya PKPU yang dikontribusi dari peningkatan total revenue regular, khususnya pendapatan penumpang yang naik seiring dengan pelonggaran persyaratan penerbangan. Total revenue tahun 2022 sebesar US$1,3 miliar (GA Only) meningkat 57% jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang hanya sebesar US$ 783 juta.
“Dalam mengatasi permasalahan Garuda Indonesia, saya beserta jajaran manajemen lainnya berfokus pada kapabilitas untuk menghasilkan solusi terbaik bahkan di situasi tersulit pun. Kuncinya adalah dengan tidak mengeluh, tetap berpikir positif, tidak menyalahkan keadaan, serta bersikap ceria dan bahagia,” ujar Irfan di akhir pemaparan materinya pada kegiatan yang berlangsung di Auditorium BCA, Kampus MM FEB UI Salemba, pada Jumat 5 Mei 2023 lalu.
(Fakhrizal Fakhri )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik