"Yang jadi PR (pekerjaan rumah) adalah bagaimana cara membuat menarik studi keagamaan di PTKIN," kata Gus Yaqut.
Studi keagamaan ini, lanjut dia, menjadi sangat penting karena di PTKIN lebih banyak diharapkan muncul anak-anak yang nanti memiliki kebijakan dan kebajikan daripada kepintaran.
"Pintar juga penting tetapi kebijakan itu menjadi core utama," ujar dia.
Menurut dia, seharusnya PTKIN jauh luar biasa dibanding perguruan tinggi lainnya, tetapi belum mampu membuat letupan.
"Saya yakin, tetapi kita belum mampu membuat letupan yang besar agar bisa disegani orang," kata dia.
Sementara itu, Ketua Panitia Nasional penerimaan mahasiswa baru Imam Taufiq usai peluncuran SPAN-UM PTKIN mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari kolaborasi antara seluruh pimpinan, rektor dan ketua dari IANI, UIN serta STAIN seluruh Indonesia bersama Kemenag.
"Bagian dari ikhtiar kita untuk mencari bibit calon mahasiswa yang hebat, dari jumlah kuota yang tersedia, yang sekarang belum kita umumkan karena masih dikalkulasi. Hal itu diperuntukkan dengan cukup kompetitif dengan model baru," kata dia.
Menurut dia, salah satu ciri dari SPAN-UM PTKIN 2023 ini adalah integrasi yang menurutnya antik, yakni terkait data pokok pendidikan (dapodik) dari Kemendikbudristek.
"Antiknya data yang ada di dapodik Kemendikbudristek itu meliputi data sekolah, data nomor induk, data orang tua, data rapor dan sebagainya sudah terintegrasi dengan sistem yang sudah kami miliki serta digabung dengan data Emis Kemenag, sehingga proses seleksi itu akan berjalan dengan cepat dan akurat," ucapnya.