Hal yang cukup merepotkan, lanjut Ridho, adalah persoalan pengurusan perizinan.
“Kami tidak langsung bisa syuting. Dibutuhkan pendekatan dahulu kepada para tokoh di sana.
Kami sangat terbantu karena telah terlebih dahulu mengenal Pauzan. Pamannya merupakan Tumenggung dan kekeknya mantan Tumenggung, sehingga sangat membantu mempermudah proses perizinan,” katanya.
Rektor Universitas Jambi Profesor Sutrisno yang hadir di kegiatan itu mengatakan perlu kolaborasi bersama untuk mencari solusi persoalan seperti itu.
Pada kegiatan pemutaran film itu, hadir pula di antaranya; Manajer Komunikasi LSM Gemawan M. Reza, CEO LSM Pundi Sumatera Dewi Yunita Widiarti, termasuk dari perwakilan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik