5. Homo Soloensis
Jenis manusia purba Homo Soloensis ini ditemukan di lembang sungai Bengawan Solo pada tahun 1931-1934 oleh Von Koenigswald dan Weidenreich.
Adapun temuannya berupa tengkorak yang volume otaknya seperti manusia jenis Pithecanthropus.
Berikut ciri-cirinya:
- Tinggi mencapai 210 cm
- Volume otak 1000-1300 cc
6. Homo Wajakensis
Jenis manusia purba Homo Wajakensis ini ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur oleh Van Rietschoten pada tahun 1889.
Diperkirakan jenis ini menjadi yang pertama di Asia.
Kemudian pada tahun 1890, Eugene Dubois kembali menemukan fosil keduanya di lokasi yang sama.
Manusia purba yang satu ini sudah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang. Bahkan, mereka juga sudah bisa memasak makanan.
Berikut ciri-cirinya:
- Wajah datar dan lebar
- Volume otak 1630 cc
- Tinggi badan 170 cm
7. Homo Floresiensis
Jenis manusia purba Homo Floresiensis ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara pada tahun 2004.
Penemuan fosil manusia purba ini juga sempat menjadi perbincangan karena para ahli menilai bahwa Homo Floresiensis merupakan nenek moyang bangsa Indonesia.
Fosil manusia purba yang ditemukan berjenis kelamin wanita. Jenis manusia purba ini memiliki tinggi badan sekitar 100 sentimeter.
Selain itu, manusia purba ini memiliki tangan yang panjang, kapasitas otak 380 cc, seperti simpanse.
- Tulang rahang yang menonjol
- Bentuk dahi sempit dan tidak menonjol
- Tinggi badan bisa mencapai satu meter
- Tengkorak kepala kecil
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik