“Perasaan saya tentu senang, tetapi di satu sisi juga bingung karena keisengan ini ternyata sangat memengaruhi pandangan saya terhadap dunia alih bahasa. Kami awalnya tidak begitu percaya diri karena pemenang sebelumnya pun berasal dari kalangan profesional,” kata Sekar.
Dikutip dari laman Harvill Secker, tim juri sepakat menilai bahwa terjemahan Didiet dan Sekar dalam menerjemahkan 'Dua Muka Daun Pintu' merupakan proses yang menantang karena narasi tersebut disampaikan oleh benda mati.
Pendekatan kreatif dan arif yang dilakukan keduanya mampu mengesankan para juri lomba tersebut.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik