Cullen berhasil memecahkan fakta ilmiah yang sudah di lakukan oleh nenek moyangnya bahwa bakteri tidak bisa berkembang di suhu dingin.
Cullen kemudian melakukan suatu eksperimen dengan menggunakan pompa guna menciptakan vakum parsial pada sebuah tempat yang menampung dietil eter yang dipanaskan, uap air dari proses pemanasan tersebut kemudian tercipta butiran es kecil.
Namun percobaan Cullen tersebut tidak dipatenkan dan dikomersialkan.
Ilmu yang diwariskan Cullen lalu dikembangkan oleh banyak ilmuwan, ilmuwan pertama ialah Oliver Evans seorang ilmuwan asal Amerika yang membuat sebuah kotak pendingin dengan menggunakan kompresi uap Pada tahun 1805.
Kemudian dilanjutkan oleh Michael Faraday di tahun 1820 dengan menggunakan bahan amonia untuk menciptakan suhu dingin.
Dari beberapa ilmuwan tersebut yang mencoba mengembangkan untuk menciptakan mesin pendingin, Jacob Perkins lah yang mendapatkan hak paten. Jacob Perkins tersebut merupakan mitra kerja dari Oliver Evans. Ia mengembangkan teknologi kompresi uap menggunakan cairan amonia untuk menciptakan suhu dingin hak paten yang ia Terima di tahun 1835.
Seiring berjalannya waktu perkembangan mesin pendingin semakin berkembang dari tahun ke tahun. Banyak ilmuwan yang menciptakan ilmu baru guna menyempurnakan teknologi mesin pembuat es