JAKARTA - Sampai saat ini, pantun masih dinikmati dan digunakan dalam berbagai tradisi di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena pantun hanya terdiri dari 4 baris dan memuat 8 sampai 12 suku kata.
Pantun memiliki sebutan yang berbeda-beda di beberapa daerah di Indonesia. Dalam bahasa Minangkabau, pantun berasal dari dari kata “panutun” yang artinya penuntun.
Dalam bahasa Jawa, pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda dikenal sebagai sisindiran, dna dalam bahasa batak dikenal sebagai umpasa.
Pantun juga termasuk ke dalam jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari 4 baris dan memiliki sampiran dan isi.
Namun tahukah kamu, mengapa pantun termasuk ke dalam puisi lama?
Alasan pantun termasuk ke dalam puisi lama karena masih terikat aturan buku yang harus ditepati dalam pembuatannya.
Misalnya, pantun harus terdiri dari 4 baris, memiliki 8 sampai 12 suku kata dan bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.
Selain karena masih terikat aturan, pantun sudah ada sejak zaman dahulu dan sering dipakai dalam upacara adat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada 2 alasan mengapa pantun termasuk ke dalam puisi lama, yaitu karena pantun masih terikat aturan baku seperti jumlah baris dan suku kata dan juga karena pantun sudah ada sejak zaman dahulu dan masih terus dipakai hingga saat ini.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik