- Alis yang tebal
- Tengkorak datar dengan dahi yang sempit
- Bagian atas kepalanya sedikit naik untuk merekatkan otot rahang yang kuat
- Rahang besar tanpa dagu
- Tulang tengkorak yang sangat tebal
- Tingginya mencapai 170 cm (5 kaki 8 inci)
- Gigi pada dasarnya seperti gigi manusia, meskipun dengan beberapa bagian mirip kera, seperti taring besar yang sebagian tumpang tindih
Penemuan Manusia Purba Pithecanthropus
Sebelum penemuannya di Trinil, Eugene Dubois memulai temuan fosil Pithecanthropus erectus di Desa Kedungbrubus, Madiun.
Saat itu, temuannya berupa fragmen rahang yang pendek dan sangat kekar, dengan sebagian prageraham yang tersisa.
Pada prageraham tersebut menunjukkan ciri gigi manusia, bukan gigi kera, sehingga meyakini bahwa fragmen rahang tersebut milik rahang hominid.
Penggalian yang dipimpin oleh Eugene Dubois di Trinil dilakukan pada endapan aluvial di Bengawan Solo.
Dari lapisan tersebut ditemukan tulang rahang, bagian atas tengkorak, dan beberapa buah tulang paha yang menunjukkan pemiliknya telah berjalan dengan tegak.
Tengkorak Pithecanthropus erectus yang ditemukan di Trinil memiliki ukuran sangat pendek tetapi memanjang ke belakang.