Ia menyampaikan tim tanggap ini baru diberangkatkan bukan berarti terlambat.
“Ini dikarenakan Universitas Andalas sudah berkoordinasi dengan tim tanggap bencana nasional baik melalui BNPB dan jejaring yang ada,” ujarnya.
Selain itu tim tanggap bencana yang berasal dari Fakultas Keperawatan juga akan melihat kondisi pascabencana, dan mengidentifikasi hal yang mesti dibantu terkait pemulihan dan dampak lain yang terjadi setelah musibah.
Selain mengirimkan tim, juga mengirimkan bantuan makanan seperti rendang, dan ia berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi beban masyarakat serta juga membantu tugas pemerintah dalam hal kesehatan.
Senada dengan itu, Ketua LPPM Unand Dr Uyung Gatot mengatakan saat bencana Unand rutin mengirimkan tim tanggap bencana mulai dari gempa Pasaman Majene, Mamuju, Sulawesi Barat pada waktu yang lalu.