Share

Kisah Nyata Raja Preman Tanjung Priok yang Ditakuti Belanda

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Rabu 30 November 2022 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 624 2717909 kisah-nyata-raja-preman-tanjung-priok-yang-ditakuti-belanda-zomPLJiDul.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA- Kisah nyata raja preman Tanjung Priok yang ditakuti Belanda memang menarik untuk dibahas.

Pada abad ke-19 ada preman yang berkuasa di kawasan Tanjung Priok atau kawasan lahan basah untuk mendulang uang. Dikenal sangat arogan, kejam dan tak kenal kompromi terhadap Pemerintahan Belanda.

Mereka tidak segan-segan melukai korbannya. Pada pertengahan akhir abad 19, masyarakat Batavia mengenal Muhammad Arif alias Haji Darip yang menguasai Klender, Pulogadung, Jatinegara, hingga Bekasi.

Kisah nyata raja preman Tanjung Priok yang ditakuti Belanda ini terkenal menggantung kepala tentara penjajahan di dekat pelabuhan sementara tubuhnya dibuang ke laut.

Follow Berita Okezone di Google News

Apalagi, target operasi yang dilakukan kelompok Darip bersifat patriotisme dan perampokan. Kelompok ini sangat selektif mengincar target operasi. Biasanya mereka mengincar orang-orang berkulit terang, seperti China dan warga keturunan Belanda.

Belanda pun ketakutan dan menyewa tiga dedengkot preman kuat dari Lampung agar membunuh Ujang

Usaha ini tidak berhasil, bahkan ketiga preman sewaan Belanda ini tewas terbunuh oleh Ujang dan kawan-kawannya. Alhasil, nama Ujang semakin berkibar dengan julukan Raja Preman Tanjung Priok di Zaman Belanda.

Pasca kemerdekaan Indonesia, Jakarta yang menjadi Ibu Kota Negara memasuki zaman yang rawan dengan kekerasan dan tindak kriminal. Sebagian besar pelakunya merupakan eks pejuang laskar yang kehilangan pekerjaan karena revolusi telah usai. Mereka yang tidak terakomodir dalam institusi resmi militer memilih “dunia kekerasan” untuk menyambung hidup.

Sebut saja, jagoan yang legendaris sebagai penguasa Pelabuhan Tanjung Priok hingga akhir tahun 50an adalah Lagoa, tokoh masyarakat Bugis yang bernama asli Labuang De Passore. Selain sebagai tokoh masyarakat, Lagoa juga dikenal sebagai seorang jago yang merangkap menjadi Mandor Pelabuhan.

 (RIN)

 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini