Share

7 Jenis Tarian Tradisional Jawa Tengah yang Paling Populer

Fatmawati, Okezone · Kamis 24 November 2022 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 624 2713715 7-jenis-tarian-tradisional-jawa-tengah-yang-paling-populer-gSmjJPoxm9.jpg Ilustrasi/Instagram

JAKARTA – Jawa Tengah memiliki beragam budaya baik dari sektor kuliner, tempat wisata, hingga tarian tradisional yang berkaitan erat dengan tradisi dan ritual keagamaan dari daerah tersebut.

Jawa Tengah sendiri menjadi pusat budaya Jawa dengan tradisi dan budaya tari yang telah meluas di seluruh Indonesia.

Berikut 7 jenis tarian tradisional Jawa Tengah yang paling Populer dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

1. Tari Serimpi

Tari Serimpi melambangkan kelembutan seperti yang terlihat dari gerak penari dan iringan gamelan.

Gerakannya yang gemulai serta anggun melambangkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemahlembutan.

Tari Serimpi menggambarkan pertarungan menggunakan belati keris antar empat pahlawan wanita.

Tarian ini biasanya ditampilkan di Keraton Jawa Tengah untuk pertunjukan acara kebudayaan atau perayaan hari besar.

2. Tari Bedhaya

Tari Bedhaya merupakan tari tradisional yang berasal dari Keraton Surakarta. Jenis tarian ini bersifat sakral dan sarat makna religius baik dari penari maupun penontonnya.

Selain itu, tari Bedhaya juga melambangkan nilai estetika dan kekuatan.

Tari Bedhaya menggambarkan hubungan asmara antara Ratu Kidul dengan Raja-raja Mataram yang diiringi alat musik gamelan.

Kostum yang dikenakan berupa atasan beludru dilengkapi sarung batik.

3. Tari Tayub

Tari Tayub atau dikenal dengan acara Tayuban menjadi salah satu kesenian Jawa Tengah.

Gerakan tarinya mirip seperti tari Jaipong dari Jawa Barat dan tari Gambyong yang mengandung unsur keindahan gerak.

Tari Tayub sendiri umumnya ditampilkan dalam acara pernikahan, sunatan, atau acara besar lainnya seperti peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tarian ini dapat dilakukan sendiri atau bersama-sama.

4. Tari Gambyong

Tari Gambyong merupakan salah satu tarian rakyat masyarakat Jawa Tengah.

Umumnya, tari ini dibawakan oleh dua remaja putri dengan kostum berwarna hijau yang dipadukan dengan bawahan kain batik, selendang kuning panjang dililitkan di pinggang, serta hiasan kepala. 

Selain diiringi lantunan gamelan, tarian ini juga dinyanyikan oleh sinden.

5. Tari Sintren

Kesenian khas Jawa ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, yakni Pekalongan.

Tari Sintren sendiri diambil dari cerita rakyat atau legenda yang dipercaya masyarakat dan memiliki aura mistis atau magis yang berasal dari kisah cinta Sulasih dengan Sulandono.

Kata “sintren” pada tari Sintren berarti Si Putri yang menjadi objek pemeran utama dalam pertunjukan tari tradisional Jawa Tengah ini.

 

6. Tari Gambir Anom

Tari Gambir Anom menjadi tari tradisional Jawa Tengah yang menggambarkan seorang Irawan, putra Arjuna yang sedang jatuh cinta.

Awalnya tarian ini hanya diperagakan oleh laki-laki, namun adanya perkembangan perempuan juga dapat diperankan oleh perempuan.

Umumnya, tari Gambir Anom dibawakan sebagai pertunjukan di dalam keraton untuk menyambut tamu agung.

Selain itu tari ini juga menjadi tarian sambutan, tarian ini juga sering dipentaskan pada acara-acara peringatan Hari Besar Nasional.

7. Tari Golek Menak

Tari Golek disebut juga Beksa Golek atau Beksan Melak. Tarian ini menjadi salah satu jenis tari tradisional Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Penciptaan tari Golek Menak berawal dari ide sultan setelah menyaksikan pertunjukkan Wayang Golek Menak yang dipentaskan oleh seorang dalang dari daerah Kedu pada tahun 1941.

Tari Golek Menak menggambarkan seorang gadis muda yang tumbuh menjadi wanita dewasa yang menggambarkan kecantikan diri seorang gadis.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini