Share

Alami Modus Penipuan, IPB University Kumpulkan Mahasiswanya untuk Bantu Langkah Hukum

Wildan Hidayat, iNews · Rabu 16 November 2022 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 65 2708395 alami-modus-penipuan-ipb-university-kumpulkan-mahasiswanya-untuk-bantu-langkah-hukum-ZWSSOpWEJM.jpg IPB University bantu langkah hukum para mahasiswa yang terjerat penipuan bisnis online/Wildan Hidayat

BOGOR - IPB University mengumpulkan korban pinjaman online yang terjadi pada mahasiswanya. Korban pinjaman online shop mengadu pada rektor dan pihak kepolisian.

Sementara pihak IPB University meminta agar polisi segera mengusut dan menangkap pelaku, mengingat mahasiswanya telah melaporkan kejadian ini pada kepolisian sejak satu bulan yang lalu.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa IPB University telah menjadi korban pinjaman online, rata-rata korban dituntut untuk membayar antara Rp6 juta hingga puluhan juta rupiah.

Mahasiswa mengaku bahwa dirinya tertarik dengan komisi yang dijanjikan oleh oknum berinisial AI, wanita yang dikenalkan oleh kakak kelas di kampus. Ia menjanjikan komisi 10% pada tiap mahasiswa.

Kasus pinjaman online ini mencapai total hampir Rp3 miliar oleh oknum.

"Yang menjadi korban dugaan penipuan terhadap mahasiswa tidak ada yang sifatnya transaksi individual dan modus penipuan oleh oknum yang namanya sudah teridentifikasi," jelas Rektor IPB University, Arif Satria.

"Tak hanya itu, mahasiswa telah melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian Polres Bogor dan Polres Kota Bogor," tambahnya.

Selain itu, Rektor IPB juga telah melakukan negoisasi serta membentuk Tim Advokat guna melakukan bantuan hukum pada mahasiswanya yang menjadi korban penipuan.

Hingga melakukan negosiasi berbagai pihak terkait mulai dari pengusaha online shop hingga melaporkan pada pihak kepolisian dan berharap segera menyelesaikan kasus mahasiswa ini.

Sementara itu, Aurel selaku korban penipuan mengatakan bahwa pihaknya diberikan undangan untuk bertemu dengan Rektor untuk menjelaskan kronologi kejadian pada pihak pimpinan di kampusnya.

Dan pihak kampus berjanji akan membantu proses kejadian yang menimpa Aurel dan rekan-rekannya. Serta siap kooperatif dengan pihak kepolisian untuk menceritakan kejadian ini.

Para korban juga berharap agar semua masalah ini bisa segera tuntas, serta meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku.

Mereka juga meminta agar para debt collector yang masih terus menerornya untuk segera menghentikan aksi terornya terhadap para mahasiswa agar orangtua korban menjadi lebih tenang.

Modus penipuan yang dilakukan oleh oknum tersebut adalah dengan menjanjikan komisi 10% dari hasil penjualan dengan modal aplikasi para korban.

Pelaku kemudian tidak menyetorkan uang hasil penjualannya bahkan komisi yang dijanjikan juga tidak kunjung diberikan.

Karena menggunakan nama para mahasiswa, debt collector pun menagih dan meneror para mahasiswa. Dari 126 orang, rata-rata korban diminta membayar antara Rp6 juta hingga puluhan juta rupiah.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini