Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Macam-Macam Sistem Organ Manusia Serta Fungsinya

Fatmawati , Jurnalis-Rabu, 09 November 2022 |17:35 WIB
Macam-Macam Sistem Organ Manusia Serta Fungsinya
Ilustrasi/Unsplash
A
A
A

JAKARTA - Tubuh manusia memiliki berbagai sistem organ yang tiap kelompoknya memiliki fungsi kompleks berbeda satu sama lainnya.

Meski memiliki fungsi dan tugas yang berbeda, beberapa diantaranya saling bergantung satu sama lain, baik secara langsung maupun tak langsung.

Berikut adalah macam-macam sistem organ manusia beserta fungsinya.

Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah bekerja dalam menyalurkan darah ke jantung melalui pembuluh darah.

Kemudian, jantung akan memompa darah ke seluruh tubuh.

Sistem peredaran darah memiliki dua jenis, di antaranya sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup.

Sistem peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh darah (arteri dan vena), serta darah itu sendiri.

Berikut fungsi dari sistem peredaran darah pada tubuh manusia:

1. Mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Darah yang dialirkan dalam tubuh juga sekaligus memberikan nutrisi penting, oksigen, karbon dioksida, dan menghilangkan limbah untuk dikeluarkan dari tubuh.

2. Sel darah putih pada darah berfungsi melindungi tubuh dengan membawa patogen atau kuman keluar dari tubuh. Ketika tubuh luka, trombosit akan bekerja menghentikan pendarahan dan mencegah patogen memasuki tubuh.

Sistem Limfatik

Sistem limfatik merupakan sistem drainase tubuh yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh, tekanan darah, pencernaan, dan fungsi lainnya.

Sistem organ ini terdiri atas pembuluh limfa, kelenjar getah bening, saluran getah bening, dan berbagai kelenjar lainnya.

Sistem limfatik juga berfungsi membawa kelebihan cairan pada tubuh, seperti protein, lemak, bakteri, dan zat lainnya dari sel dan ruang antar sel.

Cairan tersebut dipindahkan ke saluran pengumpul, yang kemudian dikembalikan ke aliran darah. Sistem limfatik juga membantu tubuh dalam membentuk dan menyalurkan sel-sel vital dalam melawan penyakit.

Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan memiliki tanggung jawab penuh dalam mengontrol pernapasan pada tubuh, juga gerakan masuk dan keluarnya udara dari dalam tubuh (sebagai ventilasi tubuh).

Fungsi lainnya adalah mengontrol gerakan oksigen dan karbon dioksida yang masuk dan keluar melalui aliran darah (respirasi).

Sistem pernapasan bekerja membantu keseimbangan pH tubuh atau keseimbangan asam dan basa pada tubuh.

Perubahan dari karbon dioksida menjadi asam karbonat, mempengaruhi keseimbangan pH. Mengharuskan sistem pernapasan mengatur tingkat pH tersebut ketika melepaskan karbon dioksida dari tubuh.

Sistem Integumen

Sistem integumen atau kulit, memiliki sifat yang unik, karena menjadi satu-satunya sistem organ tunggal.

Terdiri dari kelenjar keringat, folikel rambut, kuku, dan saraf. Sistem organ ini berfungsi melindungi tubuh dari dunia luar dan menjadi pertahanan pertama tubuh dari melawan bakteri virus dan patogen lainnya.

Kulit juga berfungsi mengatur suhu tubuh dan menghilangkan limbah zat melalui keringat.

Sistem Endokrin

Sistem endokrin mengatur metabolisme dan pencernaan pada tubuh. Sistem organ yang terdiri atas adrenal, hipotalamus, pankreas, paratiroid, pineal, kelenjar di bawah otak, timus, dan tiroid.

Sistem endokrin dianggap sebagai sistem organ paling rumit yang ada dalam tubuh.

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan sering disebut juga sebagai usus.

Cangkupannya adalah semua organ yang membawa makanan dari tempat masuk ke tempat keluarnya, yaitu mulut, kerongkongan, perut, usus halus, usus besar, dan dubur.

Selain itu, pankreas, kantong empedu, dan hati juga merupakan bagian dari sistem organ ini.

Saluran pencernaan dan sistem endokrin memiliki interaksi dalam menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Sistem pencernaan juga menjadi tuan rumah bagi saraf penting yang disebut sebagai saraf vagus. Saraf vagus menjadi penyokong utama dalam sistem saraf parasimpatis yang mengatur fungsi tubuh.

Saraf vagus juga berfungsi memperlambat metabolisme, menurunkan detak jantung dan tekanan darah, dan merangsang mekanisme pencernaan.

Sistem Urin

Sistem Ekskretori atau urin terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sistem organ ini berfungsi dalam proses penyaringan darah dan membuang racun serta limbah dari jaringan tubuh.

Pembuangan cairan tubuh berlebih disalurkan melalui sistem organ ini juga ikut membantu mengatur tekanan darah.

Sistem Muskuloskeletal

Sistem otot atau muskuloskeletal terdiri dari sekitar 650 otot yang membantu pergerakan, aliran darah, dan fungsi tubuh lainnya.

Terdapat tiga jenis otot yang ada pada tubuh manusia, yaitu otot kerangka yang terhubung dengan tulang, otot polos yang ditemukan di dalam organ pencernaan, dan otot jantung yang ditemukan di jantung dan membantu memompa darah.

Otot memiliki fungsi umum sebagai pelengkap kerangka kerja dan menjadi mesin penggerak, postur, dan penyokong dari kemampuan fisik yang dimiliki sebuah tubuh manusia.

Sistem Saraf

Sistem saraf merupakan jaringan yang memungkinkan untuk berbagi dengan bagian tubuh untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Semua sistem tubuh, reaksi, pikiran, gerakan, dan sebagainya diatur melalui sistem saraf.

Sistem organ ini terdiri atas otak, sumsum tulang belakang, dan menghubungkan semua saraf ke seluruh organ tubuh.

Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi yang dimiliki setiap makhluk hidup berfungsi untuk menghasilkan keturunan atau bereproduksi. Sistem reproduksi pada laki-laki mencakup penis dan testis, yang menghasilkan sperma.

Sedangkan sistem reproduksi wanita terdiri dari vagina, rahim dan ovarium, yang menghasilkan ovum atau sel telur.

Sel sperma yang bertemu dengan sel telur di tuba falopi akan berlanjut pada proses pembuahan.

Pembuahan terjadi di dinding rahim. Selama tidak ada proses pembuahan, dinding rahim akan menebal dan luruh menjadi menstruasi.

Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan menjadi sistem organ yang paling penting. Sistem organ ini berfungsi menjaga tubuh dari bakteri, virus dan patogen berbahaya.

Terdiri atas kelenjar getah bening, sumsum tulang, timus, limpa, kelenjar gondok, amandel, dan kulit.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement