Hal ini lantaran Bung Karno semasa hidupnya cukup dekat dengan pendiri Korea Utara, Kim Il-Sung.
“Bu Mega di Korea itu ditokohkan, karena beliau dianggap bisa menjadi jembatan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Bu Mega dianggap sebagai tokoh perdamaian,” jelas Gandi.
Megawati pernah menjadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian.
Gandi menyebut, Megawati sering menyampaikan pesan dari Korea Selatan ke Korea Utara.
“Bu Mega bisa dengan mudah masuk Korea Utara membantu sebagai komunikator. Tidak semua kepala negara lain bisa begitu. Legacy keluarga Soekarno di sini adalah jembatan antara Korea Utara dan Selatan, walaupun tidak mudah,” ungkap dia.