Dia terinspirasi oleh teknik yang juga digunakan di Thailnad beberapa tahun sebelumnya.
Pada tahun 2013 diketahui sebuah foto menjadi viral karena menunjukkan sebuah ruangan mahasiswa di Bangkok mengambil kertas ujian sambil mengenakan 'penutup telinga'.
Lembaran kertas tersebut menempel di kedua sisi kepala mereka untuk mengauburkan penglihatan mereka.
Profesor Mary Joy Mandane-Ortiz mengatakan engineer-in-training-nya mengambil ide itu dan menjalankannya.
Dalam beberapa kasus, mahasiswa berinovasi membuat tutup kepala yang rumit dalam hanya waktu lima menit dengan sampah apa pun yang mereka temukan tergeletak di sekitarnya.
Bahkan selain topi, ada mahasiswa yang menggunakan helm topeng helm untuk memenuhi peraturan tersebut.
Serangkaian unggahan Facebook sang profesor menunjukkan anak-anak muda mengenakan kreasi unik mereka hingga banyak yang menyukai unggahan ini dan mengumpulkan ribuan suka dalam hitungan hari serta menarik liputan dari outlet media Filipina.
Mereka juga dilaporkan mengilhami sekolah dan universitas di bagian lain negara itu untuk mendorong siswa mereka sendiri untuk membuat penutup kepala anti-kecurangan.
Profesor Mandane-Ortiz mengatakan anak didiknya tampil lebih baik tahun ini, didorong oleh kondisi ujian yang ketat untuk belajar ekstra keras.
Banyak dari mereka menyelesaikan tes mereka lebih awal dan tidak ada yang ketahuan menyontek tahun ini.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik