Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Pelajar Berperilaku Menyimpang, Guru Besar UPI Tekankan Pentingnya Konseling

Arif Budianto , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2022 |10:33 WIB
Banyak Pelajar Berperilaku Menyimpang, Guru Besar UPI Tekankan Pentingnya Konseling
Guru besar Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Syamsu Yusuf LN/Arif Budianto
A
A
A

Dampak negatif era globalisasi yang terjadi di abad 21 ini telah memicu lahirnya berbagai problema kehidupan manusia, baik secara personal maupun sosial.

Kondisi lingkungan tersebut, kata dia, sangat memengaruhi perkembangan pola perilaku atau gaya hidup (life style) peserta didik (khususnya yang berusia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlaq yang mulia).

Seperti pelanggaran tata tertib sekolah, tawuran, mengonsumsi minuman keras, menjadi pecandu narkoba, kriminalitas, bullying, pergaulan bebas (free sex), dan prostitusi.

Pengaruh lainnya adalah berkembangnya mental yang tidak sehat, seperti perasaan cemas, stress, dan perasaan terasing.

"Fenomena masalah mental yang tidak sehat ini banyak dialami oleh peserta didik, baik pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun pendidikan tinggi. Maraknya perilaku menyimpang di kalangan para siswa atau mahasiswa saat ini, menunjukkan bahwa mereka masih lemah dalam aspek kepribadian atau dimensi psiko sosio spiritualnya, " jelas dia.

Kondisi ini menunjukkan pula bahwa mereka membutuhkan sentuhan pendidikan yang dapat memfasilitasi berkembangnya kepribadian atau karakter yang mantap sehingga mereka dapat mencegah terjadinya penyimpangan perilaku tersebut. Sentuhan pendidikan tersebut adalah layanan bimbingan dan konseling.

Sementara itu, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, M Solehuddin mengatakan, pihaknya terus mendorong pada dosen agar menjadi guru besar.

Hal itu penting untuk menyerap pemikiran mereka untuk masyarakat. Saat ini, jumlah guru besar di UPI sekitar 120 orang atau 10 persen dari total dosen.

"Target kami di 12 persen tapi memang beratnya ada yang pensiun meninggal dan prodi baru. Sehingga dosen baru nambah. Jadi walaupun guru besar meningkat, persentase guru besar juga kurang, " katanya.

Selain mengukuhkan Syamsu Yusuf LN, UPI juga mengukuhkan dua guru besar lainnya yaitu Cece Rakhmat dan Nenden Sri Lengkanawati.

Menurut dia, di era digitalisasi dan knowledge economy ini, tengah terjadi sebuah pergeseran nilai (shifting values) yang semakin mewarnai perubahan dalam sistem ekonomi dunia dan tentunya Indonesia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement