Tim ini di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Permukiman, serta Inspektorat Daerah untuk melakukan verifikasi terkait data tersebut.
“Jadi kalau yang sudah tidak layak dari struktur, harus dibongkar menjadi ruang kelas baru lagi. Misal sudah rusak karena tanahnya bergerak, amblas itu kan strukturnya harus dibangun dari nol, tidak bisa hanya atapnya saja yang diperbaiki,” jelasnya.
Helmi Budiman mengakui jika sekolah yang mengalami kerusakan tersebar pada sejumlah kecamatan. Di Desa Mekarwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut misalnya, sekolah yang mengalami kerusakan adalah SDN Mekarwangi I dan II.
Di sekolah ini, kerusakan dialami pada bagian atap ruang kelas dan selasar. Kerusakan yang terjadi merupakan akibat material kayu pada atap mengalami lapuk.
Sebelumnya, kerusakan juga dialami SDN Majasari III Cibiuk, di Kecamatan Cibiuk.