Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Kisah Prabowo Yang Pernah Dimarahi Sintong Panjaitan

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |07:35 WIB
 Intip  Kisah Prabowo Yang Pernah Dimarahi  Sintong Panjaitan
Kisah Prabowo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Kisah Prabowo yang pernah dimarahi Sintong Panjaitan menarik diulas. Sintong merupakan Letjen TNI dan menjabat Penasihat Bidang Hankam Presiden BJ Habibie.

Sedangkan Prabowo hanya berpangkat Mayor dan menjabat Wakil Komandan Detasemen 81/Anti Teror.

Awal kisah Prabowo yang pernah dimarahi Sintong Panjaitan saat keluarnya Surat Keputusan (SK) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Rudini. Dalam surat itu eharusnya Prabowo sudah pindah ke Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad).Namun hingga serah terima kepada Sintong pemindahan Prabowo belum dilaksanakan.

Prabowo

Pada saat itu Sintong tidak tahu alasan Prabowo dipindahkan ke Kostrad karena waktu itu ia baru saja pindah dari Pusdik Kopassandha ke Markas Komando Cijantung, Jakarta.

Dasar yang dipakai Sintong untuk memindahkan Prabowo semata- mata melaksanakan perintah KSAD yang sudah lama disimpan di arsip Asisten Personel Kopassandha.

Setelah menerima surat perintah itu, Prabowo minta waktu untuk melapor kepada Sintong sebagai Komandan Kopassandha.

Padahal, sesuai prosedur yang berlaku pada saat itu, Prabowo hanya perlu melapor kepada Komandan Detasemen 81/Antiteror Letkol Luhut Binsar Panjaitan sebagai atasan langsung.

Namun akhirnya Sintong mempersilakan Prabowo menghadap dirinya.Di ruang kerja Sintong Prabowo bertanya, apa alasan dirinya dipindahkan ke Kostrad.

Menurut Sintong, dalam sejarah Korps Baret Merah belum pernah terjadi seorang anggota menanyakan kepada atasannya mengapa ia dipindahkan.

Sebenarnya, menurut tradisi militer pertanyaan tentang pemindahan dari satu kesatuan ke kesatuan lain itu tidak pantas disampaikan, sehingga mengakibatkan Sintong menjadi sangat kaget dan tersinggung.

Tidak hanya itu, Sintong Panjaitan  menilai Prabowo berubah setelah  menikah dengan Siti Hediyanti Hariyadi, atau Titiek Soeharto.

Adapun Prabowo yang semula idealis dan selalu berbicara tentang teknik, taktik, dan peningkatan mutu kesatuan serta masalah kualitas militer, kemudian berubah pandangan ke arah kenegaraan, pemerintahan, dan kekuasaan.

Menurut Sintong Panjaitan, kala itu, Prabowo mulai banyak berhubungan dengan politisi. Sebenarnya menurut tradisi militer, pertanyaan tentang pemindahan dari satu kesatuan ke kesatuan lain itu tidak pantas disampaikan, sehingga mengakibatkan Sintong Panjaitan menjadi sangat kaget dan tersinggung.

(RIN) 

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement