Share

Proses Terbentuknya Planet serta Hubungannya dengan Gravitasi

Salma Sita Rosulina, Okezone · Kamis 29 September 2022 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 624 2677536 proses-terbentuknya-planet-serta-hubungannya-dengan-gravitasi-cbZtNzNi9F.jpg Ilustrasi/Unsplash

JAKARTA - Di dalam stata surya tersusun dari berbagai macam benda, satu di antaranya adalah planet.

Planet adalah benda atau objek yang pembentukannya memakan waktu yang lama.

Di lain sisi, planet sangat erat hubungannya dengan gravitasi yang memiliki kekuatannya sendiri dalam tata surya serta sudah mempunyai pekerjaan sesuai dengan hukum masing-masing.

Tapi, yang jadi pertanyaannya adalah apakah kamu tahu bagaimana pembentukan planet serta hubungannya dengan gravitasi?

Berikut penjelasan tentang bagaimana cara pembentukan tersebut sesuai dengan penjelasan ilmiah:

1.Munculnya bahan utama yang berasal dari big bang

Teori fisika menyebutkan bahwa pada sekitar 13,7 miliyar tahun yang lalu telah terjadi ledakan besar yang dinamakan big bang.

Adapun laporan menurut Space, bukti dari adanya ledakan yang sangat dahsyat itu adalah dengan kondisi alam semesta yang selalu berkembang.

Namun dampak dari terjadinya big bang atau ledakan besar itu adalah alam semesta banyak sekali mengeluarkan bahan baku.

Dan pada saat pemanfaatan gravitasi yang kurang membuat alam semesta tidak bisa mengontrol yang dikeluarkan sehingga segala sesuatu partikel disemburkan dari pusat tertentu.

Adapun salah satu bahan yang disemburkan adalah energi dan 4 kekuatan utama alam, dan selebihnya atau bahan lain adalah partikel-partikel kecil.

2. Runtuhnya gravitasi bintang

Sesudah big bang terjadi, bahan lain yang disemburkan seperti partikel kecil dan yang lain lambat alun berkumpul dan menjadi bintang-bintang dengan suhu yang panas, dan dalam kondisi serta waktu tertentu bintang yang ada bisa mati dan akan menyebabkan gravitasi runtuh.

Dari runtuhnya gravitasilah yang akan membentuk objek baru, yaitu cakram gas serta debu yang akan selalu berputar dikarenakan gravitasi yang pusatnya di inti massa objek.

Mengutip laman University of Gloucestershire, cakram gas serta debu itu dapat terbentuk dari awan gas yang berasal di dalam bintang.

Di dalam waktu yang lama objek tersebut berputar, dan debu itulah yang nantinya akan menjadi bahan utama sebagai tahapan awal dalam pembentukan planet.

3. Debu yang berubah jadi partikel padat

Laman resmi NASA melansir, bahwa gumpalan debu serta gas dari waktu ke waktu akan selalu melakukan sampai akhirnya membentuk partikel yang lebih padat.

Objek akan terus besar dan memproses secara bersamaan setiap waktunya.

Dalam hal ini, agar partikel padat tersebut tetap bersatu maka harus ada kekuatan penting yang dapat menarik serta menyatukannya, yaitu dengan gravitasi.

Selain itu hal yang menjadi bahan utama dalam membentuk planet lainnya adalah gas.

Seiring dengan perputaran serta penggumpalan tersebut memungkinkan partikel akan pecah di bagian sisinya.

Tapi, umumnya, pertahanan akan terus terjadi sesuai formasi perputaran dalam bulatan.

Karena akan membutuhkan waktu yang lama supaya bisa berbentuk seperti bola batu raksasa dan suhunya dingin.

4. Proses terus terjadi walau adanya perubahan suhu yang drastis menjadi dingin

Setiap waktunya suhu planet akan makin mendingin, namun proses akan terus berlanjut.

Karena disebabkan proses tersebut semakin jauh dari keberadaan bintang.

Dalam hal ini, bintang merupakan sumber panas untuk planet dan objek lain. Dari kondisi dingin tersebutlah yang akan menangkap gas yang ada planet yang lebih besar.

5. Planet baru yang dekat dengan bintang akan memberikan kehidupan

Apabila planet jauh dari bintang maka tidak ada panas dan planet akan beku sehingga di dalamnya hanya terdiri dari gas.

Namun sebaliknya apabila planet semakin dekat dengan sumber panas akan memungkinkan terjadi kehidupan.

Setiap pembentukan planet pasti saling mempunyai gravitasi sendiri. Dan dengan otomatis akan berputar sesuai orbit serta rotasi.

Dalam sistem tata surya pasti selalu ada sabtu objek yang menjadi pusat dari planet serta partikel-partikel lain.

Namun dalam pembentukan planet tidak semua ada yang berhasil, pasti ada yang gagal, salah satunya adalah terbentuknya planet kerdil karena planet tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil. Seperti Pluto.

Selain itu, sesuatu yang terpental keluar dari planet seperti bongkahan batu dinamakan dengan asteroid. 

Dan suatu saat nanti setiap planet ataupun bintang akan memiliki masanya untuk hancur ataupun mati apabila energi yang dimiliki sudah habis.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini