Share

Rumus Kimia Minyak Goreng, Pengertian, Manfaat dan Sifatnya

Fatmawati, Okezone · Senin 26 September 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 624 2674929 rumus-kimia-minyak-goreng-pengertian-manfaat-dan-sifatnya-bcS3w9FExz.jpg Ilustrasi/Freepik

JAKARTA - Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan minyak goreng. Jenis minyak yang umumnya digunakan untuk menggoreng ini ternyata memiliki rumus kimia, lho! Yuk simak ulasannya.

Rumus kimia minyak goreng sangat berkaitan dengan penyusunan atau kandungannya.

Umumnya minyak goreng berwujud cair dalam suhu kamar. Hal ini dikarenakan minyak goreng mengandung asam lemak tak jenuh, seperti asal oleat (C17H33COOH), asam linoleat (C17H31COOH), dan asam linolenat (C17H29COOH).

Minyak goreng atau minyak masakan merupakan minyak atau lemak yang berasal dari pemurnian bagian tumbuhan, hewan, atau dibuat secara sintetik yang kemudian dimurnikan.

Umumnya, pembuatan minyak goreng berasal dari kelapa sawit. Minyak kelapa sawit ini memiliki asam lemak esensial (asam palmitat, stearat, oleat, dan linoleat) yang tidak dapat disintesis oleh tubuh.

Selain minyak kelapa sawit, terdapat minyak lain yang dipakai untuk menggoreng, yakni minyak palm kernel, palm olein, palm stearin, dan Tallow.

Selain itu bisa juga menggunakan minyak lain, seperti minyak biji anggur, bunga matahari, kedelai, dan zaitun.

Sayangnya, minyak-minyak tersebut kurang cocok apabila digunakan untuk menggoreng. Namun, kandungan asam lemak tinggi yang dimilikinya bisa digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan lain seperti salad.

Sifat Minyak Goreng

Sifat yang dimiliki minyak goreng terbagi menjadi dua, yaitu sifat fisik dan sifat kimia.

Sifat Fisik

1. Warna: terdiri dari 2 golongan, yaitu zat warna alami dan zat warna dari hasil degradasi zat warna alamiah.

Zat warna alamiah terdapat dalam bahan yang mengandung minyak dan ikut terekstrak bersama minyak pada proses ekstraksi. antara lain α dan β karoten (berwarna kuning), xantofil,(berwarna kuning kecoklatan), klorofil (berwarna kehijauan) dan antosianin (berwarna kemerahan).

Sedangkan zat warna dari hasil degradasi zat warna alamiah, yaitu warna gelap disebabkan oleh proses oksidasi terhadap tokoferol (vitamin E), warna coklat disebabkan oleh bahan untuk membuat minyak yang telah busuk atau rusak, warna kuning umumnya terjadi pada minyak tidak jenuh.

2. Odor dan flavor: ada secara alami dalam minyak dan juga terjadi karena pembentukan asam-asam yang berantai sangat pendek.

3. Kelarutan: minyak tidak larut dalam air kecuali minyak jarak (castor oil), dan minyak sedikit larut dalam alkohol, etil eter, karbon disulfida dan pelarut-pelarut halogen

4. Titik cair dan polymorphism: minyak tidak mencair dengan tepat pada suatu nilai temperatur tertentu.

Polymorphism adalah keadaan dimana terdapat lebih dari satu bentuk kristal.

5. Titik didih (boiling point): titik didih akan semakin meningkat dengan bertambah panjangnya rantai karbon asam lemak tersebut.

6. Titik asap: titik nyala dan titik api, dapat dilakukan apabila minyak dipanaskan. Merupakan kriteria mutu yang penting dalam hubungannya dengan minyak yang akan digunakan untuk menggoreng.

Sifat Kimia

1. Hidrolisa: dalam reaksi hidrolisa, minyak akan diubah menjadi asam lemak bebas dan gliserol.

Reaksi hidrolisa yang dapat menyebabkan kerusakan minyak atau lemak terjadi karena terdapatnya sejumlah air dalam minyak tersebut.

2. Oksidasi: proses oksidasi berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen dengan minyak.

Terjadinya reaksi oksidasi akan mengakibatkan bau tengik pada minyak dan lemak.

3. Hidrogenasi: proses hidrogenasi bertujuan untuk menumbuhkan ikatan rangkap dari rantai karbon asam lemak pada minyak.

4. Esterifikasi: proses esterifikasi bertujuan untuk mengubah asam-asam lemak dari trigliserida dalam bentuk ester.

Dengan menggunakan prinsip reaksi ini hidrokarbon rantai pendek dalam asam lemak yang menyebabkan bau tidak enak, dapat ditukar dengan rantai panjang yang bersifat tidak menguap.

Manfaat Minyak Goreng

Selain umum digunakan dalam memasak, rupanya minyak goreng juga memiliki manfaat lainnya yang tidak kalah penting.

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, MMedSc Hons di KlikDokter, makanan gorengan yang diolah dengan menggunakan minyak secara tepat bisa meminimalkan risiko peningkatan kolesterol.

Jadi, minyak goreng juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh

1. Mendukung Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Sebagai opsi lain, minyak zaitun bisa digunakan selain minyak goreng.

Mengkonsumsi minyak zaitun lebih menyehatkan jantung dan pembuluh darah.

Meski harganya tergolong mahal, namun minyak zaitun mengandung minyak zaitun yang terdapat lemak tak jenuh serta antioksidan.

Minyak zaitun mempunyai titik didih yang rendah, sehingga tidak cocok untuk menggoreng dengan cara memakai minyak banyak atau deep frying.

Minyak jenis ini hanya cocok digunakan sedikit untuk menumis, memanggang, atau dijadikan campuran salad.


2. Bagus untuk Kesehatan Kulit

Minyak goreng yang digunakan dengan rupanya tepat juga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan kulit.

Salah satu contohnya seperti minyak jagung dengan banyak kandungan vitamin E.

Konsumsi minyak jagung satu sendok makan per hari bisa memenuhi 15 persen kebutuhan harian vitamin E.

Selain itu, minyak jagung mempunyai titik didih yang lebih tinggi, sehingga cocok untuk menggoreng makanan dengan minyak banyak.

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Ada beberapa jenis minyak yang rendah kalori dan rendah lemak jenuh, jadi cocok untuk yang sedang diet.

Salah satunya seperti minyak kanola dengan kandungan tinggi asam omega-3 dan omega-6. Selain itu, lemak jenuhnya lebih rendah daripada minyak zaitun dan minyak jagung.

4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Untuk manfaat yang satu ini, pilihan yang tepat adalah minyak bunga matahari. Minyak jenis ini tinggi kandungan vitamin E yang berupa antioksidan kuat.

Maka dari itu, minyak ini mampu mencegah radikal bebas agar tak menyerang sel dan organ tubuh, serta bisa meningkatkan kekebalan.

Minyak dengan suhu tinggi ini sangat cocok untuk memasak ikan, steak, dan sayuran.

Minyak bunga matahari juga biasanya dipakai untuk memanggang kue sebagai pengganti mentega.


5. Mengurangi Gejala Nyeri Sendi

Menurut Klikdokter, sejumlah penelitian sudah membuktikan bahwa ekstrak alpukat bisa mengurangi rasa sakit dan kaku terkait dengan nyeri sendi.

Maka dari itu, pilihan yang paling cocok adalah minyak alpukat. Minyak jenis ini juga bisa dipakai untuk minyak goreng.

6. Mengurangi Risiko Terjadinya Osteoporosis

Osteoporosis bisa dicegah dengan mengonsumsi kalsium dalam jumlah tinggi.

Diketahui, minyak kelapa bisa membantu tubuh untuk menyerap sejumlah zat penting dengan lebih efektif, termasuk kalsium.

Hal ini dikarenakan dalam minyak kelapa terkandung antioksidan yang bisa membantu melawan radikal bebas, yang bisa ikut membantu untuk menangkal penyakit.

Jenis-jenis antioksidan yang terkandung di dalam minyak kelapa antara lain flavonoid, polifenol, fitosterol, dan tokoferol.


7. Mencegah Kerusakan Rambut

Terdapat kandungan lemak di dalam minyak goreng yang memiliki manfaat mencegah rambut rusak.

Lemak memiliki peranan penting untuk melembabkan sekaligus melindungi rambut agar tidak rusak akibat terlalu kering.

Kandungan lemak di dalam minyak goreng antara lain asam lemak, trigliserida, asam linoleat, dan polifenol.

Minyak goreng yang ideal adalah jenis minyak castor, minyak biji anggur, dan minyak kelapa dara.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini