Share

Disdik Jabar Akan Siapkan Trauma Healing untuk ABK Korban Bullying di Cirebon

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Kamis 22 September 2022 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 624 2672980 disdik-jabar-akan-siapkan-trauma-healing-untuk-abk-korban-bullying-di-cirebon-dYpJoauxSH.jpg llustrasi/Freepik

BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap kasus perundungan atau bullying yang menimpa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supendi menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta Kantor Cabang Dinas (KCD) untuk mengawal kasus ini.

Termasuk dalam menyiapkan bantuan trauma healing bagi korban.

"Apabila ada hal lain seperti kondisi psikologis korban memerlukan bantuan (pendampingan), insya Allah kita akan bantu, misalnya dengan trauma healing," ujar Dedi, Kamis (23/9/2022).

Dedi juga mengatakan, pihaknya telah mengingatkan pihak sekolah tempat para pelaku bullying itu bersekolah. Diketahui, para pelaku merupakan siswa sebuah SMA di Kabupaten Cirebon.

"Dengan adanya peristiwa ini, KCD diminta mengingatkan kembali kepala sekolah bahwa bullying itu sangat tidak diperbolehkan," tegasnya.

Dedi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi bullying yang dialami siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) itu terjadi pada Senin (19/9/2022) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban dan pelaku pun tinggal di desa yang sama.

"Kejadiannya di area pesawahan dimana pelaku dan korban itu merupakan teman satu desa dan informasi yang kita dapat bahwa pelaku merupakan siswa SMA swasta," kata Dedi.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bereaksi keras menyikapi aksi bullying disertai penganiayaan terhadap siswa disabilitas di Kabupaten Cirebon itu.

Lewat akun Instagram pribadinya @ridwankamil, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melarang keras aksi bully, terlebih korbannya disabilitas.

"TIDAK BOLEH ADA BULLY DI LINGKUNGAN KITA," tulis Ridwan Kamil mengawali reaksi kerasnya itu.

"Apalagi kepada kaum disabilitas, yang harus lebih kita pahami dan kita sayangi. Setiap kita adalah unik dalam eksistensi hidupnya," sambung dia.

Ridwan Kamil berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di mana pun, khususnya di wilayah Jabar

"Untuk anak-anakku di sekolah, mari selalu saling menyayangi sesama manusia. Perlakukan teman kita seperti kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini