Share

Rumus Kimia Asam Karbonat: Pengertian, Sifat, dan Proses Pembentukannya

Fatmawati, Okezone · Kamis 22 September 2022 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 624 2672757 rumus-kimia-asam-karbonat-pengertian-sifat-dan-proses-pembentukannya-Z5vy2b0FGJ.jpg Ilustrasi/Wikipedia

JAKARTA - Asam karbonat adalah asam organik dengan rumus kimia H2CO3, yang terbentuk dari unsur hidrogen, karbon, dan oksigen.

Pembentukan dalam unsur kecil ini berlangsung ketika anhidridanya, karbon dioksida CO2, larut dalam air.

Berdasarkan pKa-nya asam karbonat merupakan senyawa yang sangat asam lemah. Ketika karbon dioksida (CO2) larut dalam air (H2O) maka akan menghasilkan asam karbonat.

CO2 + H2O –> H2CO3

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, asam karbonat berperan dalam perakitan gua dan formasi gua seperti stalaktit dan stalagmit.

Kalsit dalam stalaktit dan stalagmit berasal dari batu gamping di atasnya yang berada di dekat antarmuka batuan dasar atau tanah, kemudian menyerap karbon dioksida dari tanah dan membentuk larutan encer asam karbonat.

Di saat air asam ini mencapai dasar tanah, ia akan bereaksi dengan kalsit di batuan dasar kapur.

Kemudian, air akan terus mengalir ke bawah melalui sambungan sempit dan retakan di zona tak jenuh dengan sedikit reaksi kimia lebih lanjut.

Barulah ketika air muncul dari atap gua, karbon dioksida hilang ke atmosfer gua dan beberapa kalsium karbonat diendapkan.

Air infiltrasi bertindak sebagaimana pompa kalsit dan mengeluarkannya. Air kemudian disimpan kembali dalam gua yang ada di bawahnya.

Asam karbonat juga bisa ditemukan di sebagian besar jaringan manusia, terutama terdeteksi pada air liur.

Di dalam sel, asam karbonat terletak di mitokondria dan sitoplasma. Nantinya, asam karbonat berguna sebagai pengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah.

Darah sendiri merupakan Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 berionisasi dalam air membentuk ion H+ dan basa konjugasinya berupa ion bikarbonat (HCO3–. ).

Asam karbonat juga terlibat dalam beberapa gangguan metabolisme, di antaranya termasuk 4-hydroxybutyric aciduria / succinic semialdehyde dehydrogenase deficiency, jalur 2-hydroxyglutric aciduria (bentuk D dan L), jalur sindrom hyperinsulinism-hyperammonemia, dan defisiensi succinic semialdehyde dehydrogenase.

Meski bersifat asam, asam karbonat juga banyak digunakan pada minuman berkarbonat seperti yang kita jumpai di berbagai jenis soft drink.

Efek asam yang dihasilkan dapat terjadi jika berlangsung pada konsentrasi asam yang tinggi sehingga menghasilkan kondisi pH larutan yang rendah.

Dikarenakan asam karbonat termasuk asam lemah, maka pH larutan juga tidak akan terjadi sangat rendah. Justru pada konsentrasi rendah, efek asam dapat terjadi jika terkena kontak secara terus-menerus.

Hal tersebut bisa saja terjadi seperti pada kasus orang yang sering mengkonsumsi minuman soft drink, maka akan ada efek pengeroposan gigi atau iritasi lambung.

Sifat Asam Karbonat

Merangkum dari penjelasan diatas, sudah terlihat beberapa sifat yang dimiliki oleh asam karbonat.

Supaya lebih terperinci, berikut sifat-sifat yang dimiliki asam karbonat, mulai dari sifat fisik, sifat kimia, dan reagennya.

Sifat Fisik

1 Asam karbonat memiliki tampilan berupa padatan putih keabu-abuan.

2. Titik lebihnya 210 Celcius, sedangkan titik didihnya -78 derajat Celcius.

3. Berat molekul yang dimiliki asam karbonat adalah 62.024 g/mol.

4. Kelarutan: Tidak larut.

5. Asam karbonat memiliki nilai pH kurang dari.

6. Tidak berbau dan memiliki rasa basa.

Sifat Kimia

1. Asam karbonat merupakan asam basa yang lemah dan tidak stabil.

2. Memiliki keasaman 6,3 pK.

3. Persiapan asam karbonat:

Reagen

1. Kalsium karbonat.

2. Larutan asam klorida.

3. Lakmus.

4. Air.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini