Share

5 Sosok Kartini Masa Kini yang Juga Menginspirasi, Najwa Shihab hingga Maudy Ayunda

Rafi Alvirtyantoro, Presma · Kamis 15 September 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 15 624 2668256 5-sosok-kartini-masa-kini-yang-juga-menginspirasi-najwa-shihab-hingga-maudy-ayunda-mEO0LP5x6Q.jpg 5 Kartini masa kini, ada Najwa Shihab hingga Maudy Ayunda/Kolase/Instagram

JAKARTA - Sosok Kartini menjadi panutan bagi kaum perempuan Indonesia untuk memperjuangkan hak-haknya.

Kartini berjuang dan berkorban untuk kaum perempuan dengan berhasil mendirikan sekolah perempuan pertama di tahun 1921.

Kartini telah menginspirasi para perempuan tanah air sejak puluhan tahun yang lalu hingga sekarang.

Banyak perempuan-perempuan hebat, cerdas, dan pemberani yang lahir dan meneruskan perjuangannya.

Berikut adalah lima sosok perempuan yang bisa dibilang sebagai Kartini masa kini.

1. Najwa Shihab

Sosok yang satu ini dikenal cerdas, tegas, dan pemberani. Najwa Shihab mulai dikenal oleh publik saat meliput tsunami di Aceh tahun 2004.

Caranya menyampaikan laporan berita membuat masyarakat Indonesia tertarik dengannya.

Najwa juga pernah mendapatkan penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Jaya karena berita yang disampaikannya pada 2005.

Ia juga dikenal dengan pembawa acara yang andal dan cerdas. Hingga sekarang ia masih menjadi pembawa acara Mata Najwa yang mengulik berbagai isu, mulai dari pemerintahan hingga politik.

Tidak sedikit para perempuan di zaman sekarang yang menjadikannya sebagai panutan.

2. Merry Riana

Menjadi korban kerusuhan 1998 dan pergi bertahan hidup sendirian di negara tentangga tidak membuat sosok Merry Riana menyerah.

Padahal saat itu, ia masih berusia 18 tahun. Akhirnya, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di sana agar bisa mendapatkan tempat tinggal.

Kisah hidupnya diangkat menjadi sebuah film dan berhasil menembus angka Box Office untuk film Indonesia.

Kini Merry telah menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang, khususnya perempuan. Sebagai seorang pengusaha, motivator, dan penulis, Merry tidak pernah berhenti untuk berkarier dan melebarkan sayapnya.

Pada usianya yang ke-26, Merry Riana berhasil menyadang predikat miliader muda Indonesia karena kesuksesannya.

 

3. Cinta Laura

Sebagai sosok publik figur di dunis hiburan Indonesia, Cinta Laura memanfaatkan pekerjaannya sebagai tempat untuk menyuarakan rasa kepeduliannya pada anak-anak dan perempuan.

Cinta berhasil menjadi satu dari sederet artis yang menginspirasi, mulai dari kepribadian hingga pendidikan.

Pada 2019 silam, ia ditunjuk sebagai Duta Anti Kekerasan Perempuan dan Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ia dipercaya mampu mendorong generasi muda sebagai agen pelopor bagi lingkungan yang bebas dari kekerasan.

Cinta juga membantu keluarganya dalam mengelola yayasan yang telah membangun lebih dari belasan sekolah untuk membantu anak-anak kurang mampu agar bisa bersekolah.

Ia pun turut aktif dalam mengajarkan anak-anak.

4. Maudy Ayunda

Mungkin sosok yang satu ini sudah tidak asing lagi.

Pernah menjadi buah bibir saat Maudy dihadapkan dengan pilihan dari dua kampus terkenal dunia, Universitas Harvard dan Universitas Standford.

Mulai saat itu, Maudy dijadikan panutan oleh generasi muda, khususnya perempuan agar bisa menempuh pendidikan tinggi dan menjadi independen.

Maudy juga merupakan seorang aktris dan penyanyi yang terkenal. Prestasinya dari berbagai bidang tidak ada habisnya. Maudy berhasil masuk ke dalam daftar Forbes 30 under 20 Asia 2021.

Ia juga mendirikan sebuah yayasan yang berfokus pada beasiswa dan mentoring bernama Maudy Ayunda Foundation sebagai bentuk kepeduliannya pada anak-anak Indonesia.

5. Ghina Ghaliya

Sosok yang satu ini pasti terdengar asing di telinga masyarakat. Namun dirinya sangat berjasa bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang kurang mampu.

Ghina yang bekerja sebagai wartawan menawarkan sebuah ide berbagi ponsel bekas kepada teman-temannya yang ada di komunitas Wartawan Lintas Media.

Ide tersebut disambut dengan baik dan Ghina bersama teman-temannya mulai bergerak.

Kurang lebih ada 500 ponsel bekas yang telah dibagikan kepada pelajar-pelajar yang membutuhkan dari Sabang hingga Merauke.

Barang tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat, ada juga yang mengirimkan dalam bentuk uang.

Ada lebih dari seribu pelajar yang mengajukan permohonan bantuan. Hingga kini, Ghina dan teman-temannya masih berusaha untuk terus melakukan gerakan yang bisa membantu masyarakat Indonesia.

Rafi Alvirtyantoro, aktivis Persma Ketik Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini