Share

Unik, Mahasiswa Unnes Ciptakan Sendok Edible Berbahan Dasar Sayuran dan Umbi-umbian

Tim Okezone, Okezone · Minggu 11 September 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 11 65 2665270 unik-mahasiswa-unnes-ciptakan-sendok-edible-berbahan-dasar-sayuran-dan-umbi-umbian-ydaUKdh4wj.jpg Mahasiswa Unnes ciptakan sendok edible berbahan dasar sayuran dan umbi-umbian/Dok. Unnes

SEMARANG - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKMK) tahun 2022 menciptakan Sendok Edible yang terbuat dari bahan baku sayuran dan umbi-umbian.

Dikutip dari laman resmi Unnes, sendok edible ini diklaim dapat mengurangi sampah alat makan plastik sekali pakai.

Mereka yang tergabung dalam Tim PKMK Unnes diketuai oleh Ade Risna Puja Muslimah, mahasiswa jurusan Psikologi dengan anggota Tiara Azka Nadhifa, Muhammad Fa'iq, Novanda Krishadi Yudistira, dan Afifa Ghina Athaya mahasiswa jurusan Ilmu Gizi yang dibimbing oleh Laila Listiana Ulya, S.Psi, M.Psi.

Menurut Ketua tim Ade Risna Puja inovasi yang dibuatnya berawal dari keresahan sampah plastik yang semakin menumpuk di Indonesia.

Ia mengatakan, inovasi sendok edible sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

“Produk yang diberi nama sendok.id ini, diolah dengan bahan dasar tepung terigu dan ekstrak sayur dan umbi-umbian yang sudah dipastikan aman untuk dimakan dan juga ramah lingkungan,” kata Ade Risna Puja.

Ade Risna Puja menambahkan, timnya juga mendapatkan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti).

Selain itu, Sendok.id sudah mulai dijual secara bebas melalui sistem pre-order (PO) dan tersedia dalam dua varian rasa, yakni bayam dan ubi ungu.

“Pembelian dapat dilakukan melalui akun Instagram @sendoki.id, Shopee, dan Tokopedia. Sistem cash on delivery (COD) juga berlaku untuk wilayah Semarang, pemesanan langsung hubungi nomor WhatsApp yang tertera di bio Instagram,” katanya.

Rektor Unnes, Profesor Fathur Rokhman M.Hum mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan Ade Risna Puja.

Profesor Fathur mengatakan inovatif juga selaras dengan nilai konservasi yang dimiliki Unnes.

“Penggunaan sayuran dan umbi-umbian sebagai bahan sendok selain inovatif juga bernilai konservasi,” jelasnya.

Profesor Fathur berharap inovasi yang digagas oleh Ade Risna Puja ini dapat menjadi contoh dan menjadi pendorong bagi mahasiswa Unnes lainnya agar saling berlomba dalam menciptakan berbagai gagasan dan inovasi baru.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini