Share

Viral Mahasiswa Mengaku Netral Gender saat Pengenalan Kampus, Begini Tanggapan Rektor Unhas

Yoel Yusvin, iNews · Senin 22 Agustus 2022 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 22 65 2652047 viral-mahasiswa-mengaku-netral-gender-saat-pengenalan-kampus-begini-tanggapan-rektor-unhas-nGksNubns5.jpg Rektor Unila Profesor Dr. Ir. Jamaluddin Jompa/Yoel Yusvin

MAKASSAR - Mengaku netral gender, seorang mahasiswa diusir oknum dosen dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Kejadian itu terjadi pada saat Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan video saat mahasiswa tersebut diusir pun menjadi viral di media sosial.

Penggalan video berdurasi 52 detik tersebut memperihatkan detik-detik seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum yang diusir.

Kejadian berawal saat dua oknum dosen bertanya kepada mahasiswa tentang jenis kelaminnya. Oknum dosen pun menegaskan jika mahasiswa yang kuliah di Fakultas Hukum harus memiliki gender yang pasti.

Namun sang mahasiswa menjawab jika dirinya berstatus gender netral meski di dalam KTP dan Kartu Mahasiswanya ia tercatat berjenis kelamin laki-laki.

Setelah ngotot mempertahankan gender netralnya, seorang dosen langsung mengambil mic dan meminta panitia untuk mengeluarkan mahasiswa ini dari ruangan.

Atas insiden tersebut, sang mahasiswa tidak terima kemudian memotong penggalan video dan mengunggahnya di media sosial hingga viral di berbagai platform online.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unhas, Profesor Dr. Ir. Jamaluddin Jompa menegaskan pihaknya telah mempertemukan dan mendamaikan mahasiswa dan oknum dosen.

Mahasiswa yang bersangkutan juga telah menjalani perkuliahan di dalam kampus. Sementara oknum dosen telah diberikan teguran agar tidak memperlakukan mahasiswa di luar dari kode etik.

Terkait mahasiswa yang telah memasang status gender netral sejak beberapa tahun silam, pihak kampus masih melakukan penelusuran internal dan belum menyikapi hal tersebut.

"Kita case closed, sudah damai, kami sudah settle down. Kami itu pendidik, jadi kalau ada kesalahan ayo kita cari solusinya apa, sehingga mohon dipahami bahwa semua pihak telah duduk sama-sama dan telah menyelesaikan secara baik-baik," jelas Profesor Dr. Ir. Jamaluddin.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini