Share

6 Lomba HUT RI Ini Punya Makna Sejarah, Apa Saja?

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Rabu 10 Agustus 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 624 2645413 6-lomba-hut-ri-ini-punya-makna-sejarah-apa-saja-JScfbdXEib.jpg Ilustrasi (Foto:Instagram)

JAKARTA - Ada 6 lomba HUT RI ini punya makna sejarah, apa saja?. Menjelang hari ulang tahun (HUT) Indonesia, berbagai persiapan dilakukan untuk memeriahkan hari yang istimewa tersebut.

Untuk memperingatinya, setiap kota di Indonesia memiliki cara sendiri. Selain identik dengan upacara, hari spesial ini juga dimeriahkan oleh lomba-lomba khas 17 Agustus.

Biasanya lomba yang paling ditunggu-tunggu adalah lomba panjat pinang. Selain mendapat hadiah lebih banyak, tingginya tiang yang dipanjat juga menjadi tantangan tersendiri. Tak hanya panjat pinang, perlombaan tersebut antara lain makan kerupuk dan balap karung.

Berikut  6 lomba HUT RI dan makna sejarahnya yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Lomba Balap Karung

Balap karung kerap mewarnai acara lomba 17 Agustus di beberapa daerah. Awal mulanya, balap karung berasal dari zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Keempat , balap karung adalah permainan yang dibawa oleh misionaris Belanda ke sekolah-sekolah dan instansi bentukan Belanda.

Karena menarik dan mudah ditiru, akhirnya banyak juga masyarakat Indonesia yang mengadakan perlombaan balap karung sendiri dan kegiatan ini pun berlanjut hingga Indonesia berhasil merampas kemerdekaan.

2.Lomba Tarik Tambang

Tarik tambang menjadi salah satu lomba yang kerap mewarnai perayaan lomba 17 Agustus setiap tahunnya. Dalam lomba satu ini, terdapat dua tim yang saling berhadapan yang bersama-sama menarik tali tambang di arah berlawanan.

Lomba yang umum diperuntukkan untuk orang-orang dewasa ini memiliki makna gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas masyarakat Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

3.Lomba Egrang

Egrang bukan hanya permainan tradisional melainkan juga salah satu permainan yang turut memeriahkan perlombaan 17 Agustus. Pada lomba ini, peserta harus menaiki tongkat bambu dan berjalan menggunakan kaki egrang dari garis start ke garis finis.

Meski tampak sederhana, egrang cukup sulit dilakukan jika pesertanya tidak memiliki keseimbangan yang baik. Lomba egrang memiliki makna sejarah yang ditujukan sebagai ejekan dari warga pribumi terhadap orang Belanda yang bertubuh tinggi.

4. Lomba Balap Bakiak

Balap bakiak kerap kali ditemukan dalam lomba 17 Agustus. Lomba satu ini memerlukan kerjasama antar tim. Caranya, tim memasukkan kaki ke dalam bakiak dan mengangkatnya secara bersama-sama. Lomba ini memiliki makna sejarah semangat kekompakan untuk mencapai kemerdekaan.

5. Lomba Makan Kerupuk

Makan kerupuk memang menjadi salah satu perlombaan yang wajib diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari anak kecil hingga orang dewasa di setiap hari kemerdekaan atau  17 Agustus. 

Kerupuk adalah salah satu makanan pelengkap andalan bangsa Indonesia sejak 1930-1940-an. Kala itu, krisis ekonomi tengah terjadi sehingga membuat harga kebutuhan pangan melonjak tinggi dan tidak bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Alhasil, kerupuk menjadi penyambung hidup sebab harganya yang terjangkau.

Lomba ini ternyata memiliki makna sejarah sebagai penggambaran rakyat Indonesia pada masa penjajahan yang mengalami kesulitan pangan.

6. Lomba Panjat Pinang

Panjat pinang juga menjadi perayaan yang selalu dilaksanakan saat HUT RI. Lomba ini dilakukan dengan cara melumuri oli pada batang pohon pinang dan para peserta diminta untuk mengambil hadiah yang telah digantung di atas dengan memanjatnya.

Lomba panjat pinang sendiri berasal dari hiburan panjat tiang kala orang Belanda berada di Indonesia pada zaman kolonialisme.

Demikian 6 lomba HUT RI yang punya makna sejarah yang tak banyak orang ketahui

(RIN)

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini